Unhas Operasikan 600 Unit Sepeda Listrik Canggih, Perkuat Green Campus

  • Whatsapp
Universitas Hasanuddin resmi meluncurkan layanan sepeda listrik yang diberi nama "Wesgo Unhas" sebagai bagian dari transformasi menuju Green Campus, Smart Mobility, dan Smart Campus.

PELAKITA.ID – Universitas Hasanuddin resmi meluncurkan layanan sepeda listrik yang diberi nama “Wesgo Unhas” sebagai bagian dari transformasi menuju Green Campus, Smart Mobility, dan Smart Campus.

Sebanyak 600 unit sepeda listrik mulai dioperasikan sebagai sarana mobilitas utama Sivitas akademika di lingkungan kampus, hasil kerja sama strategis antara Universitas Hasanuddin dengan PT. EZ GO Technology Indonesia.

Peresmian secara simbolis berlangsung di pelataran Gedung Rektorat Unhas, Lantai 1, pada Rabu (18/2).

Peluncuran Wesgo Unhas menjadi wujud nyata komitmen universitas dalam menciptakan ekosistem transportasi kampus yang ramah lingkungan, rendah emisi karbon, dan berkelanjutan.

Kehadiran sepeda listrik ini mendorong mahasiswa dan dosen mulai beralih dari kendaraan konvensional menuju moda transportasi listrik yang lebih sehat, efisien, dan modern.

Layanan Wesgo Unhas dirancang sebagai solusi mobilitas internal kampus yang dapat digunakan di seluruh area Unhas, berbasis sistem aplikasi dengan teknologi GPS dan emisi karbon rendah.

Program ini sejalan dengan misi Unhas sebagai kampus berkelanjutan (sustainable campus) yang mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi, dan gaya hidup hijau dalam kehidupan akademik sehari-hari.

Manager PT. EZ GO Technology Indonesia, M. Vicki, menjelaskan kehadiran Wesgo Unhas merupakan solusi konkret untuk meningkatkan konektivitas kampus tanpa bergantung pada kendaraan konvensional.

“Kami melihat kebutuhan nyata mahasiswa terhadap transportasi dalam kampus. Karena itu, kami menghadirkan solusi mobilitas yang bisa digunakan bersama, tanpa harus dimiliki secara pribadi. Ini adalah langkah nyata untuk mengurangi emisi karbon di lingkungan kampus,” ujar Vicki.

Pada tahap awal, 600 unit sepeda listrik disiapkan dan disebar di 32 titik parkir yang menjangkau seluruh unit kerja di area kampus. Ke depan, jumlah ini ditargetkan meningkat hingga 5.000–6.000 unit dalam 3–4 tahun mendatang, seiring pengembangan infrastruktur, termasuk rencana pembangunan gedung parkir terintegrasi untuk menata sistem perparkiran kampus yang lebih tertib, rapi, dan modern.

Program ini juga dirancang untuk mendukung peningkatan standar UI GreenMetric serta penguatan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) dalam tata kelola kampus.

Didukung Empat Fitur Teknologi Mutakhir

Layanan Wesgo Unhas didukung oleh sistem teknologi berbasis aplikasi dengan empat fitur utama:

1. Real-time Battery Update. Laporan status baterai otomatis setiap 10 detik melalui aplikasi.

2. Global Positioning System (GPS). Pelacakan posisi sepeda berbasis teknologi satelit Beidou dengan akurasi tinggi.

3. Sistem Verifikasi & Tracing. Keamanan pengguna melalui verifikasi identitas serta fasilitas pelacakan perjalanan.

4. Smart Parking Management. Manajemen parkir mandiri untuk menjaga ketertiban, estetika, dan keteraturan area kampus.

Sivitas akademika dapat mengakses layanan ini melalui aplikasi dengan tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp980 per menit, menjadikannya solusi transportasi kampus yang inklusif dan ekonomis.

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc menegaskan bahwa penggunaan sepeda listrik merupakan bagian dari roadmap Unhas menuju Green Campus.

“Mimpi menjadi green campus itu tidak mudah. Tetapi kehadiran Wesgo ini adalah solusi nyata. Kita sedang mengubah lifestyle sivitas akademika menuju pola hidup berkelanjutan. Ini bukan sekadar transportasi, tetapi perubahan budaya,” jelas Prof. JJ

Menurutnya, Wesgo Unhas akan menjadi gerakan masif dalam menanamkan nilai keberlanjutan dan penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle) di lingkungan kampus.

“Dengan beralih ke transportasi listrik, kita tidak hanya mengurangi polusi udara dan suara, tetapi juga memperkuat posisi Unhas dalam pemeringkatan global kampus hijau. Ini akan menjadi lifestyle baru di Unhas,” tambahnya.

Inisiatif Wesgo Unhas disambut antusias oleh mahasiswa dan dosen sebagai pilihan transportasi praktis, modern, dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan menjadi pemantik perubahan gaya hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle) yang dimulai dari lingkungan pendidikan.

Dengan pengembangan bertahap, integrasi teknologi, serta dukungan kebijakan kampus, Wesgo Unhas diproyeksikan menjadi penguatan penting dalam mewujudkan ekosistem kampus bebas emisi, sekaligus menempatkan Unhas sebagai pelopor Green Campus di Indonesia Timur.

Yang perlu diantisipasi

Salah satu sumber yang dihubungi Pelakita menyebutkan Rencana Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk mengoperasikan 600 unit sepeda atau motor listrik (motrik) di dalam lingkungan Kampus Tamalanrea adalah langkah besar menuju transportasi berkelanjutan.

Transformasi menjadi “Kampus Hijau” tidak boleh mengabaikan aspek paling krusial: Keselamatan Berkendara.

Kehadiran unit dalam jumlah besar ini memerlukan regulasi ketat. Tanpa standar keamanan yang jelas, fasilitas yang seharusnya mempermudah mobilitas justru berpotensi menjadi risiko kecelakaan bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika.

Sebagai langkah preventif, kita harus menagih komitmen penyedia motrik untuk memenuhi standar kelayakan fisik kendaraan. Setidaknya ada tiga hal wajib yang harus tersedia pada setiap unit.

Helmet (Helm): Bukan sekadar aksesori, melainkan pelindung utama. Setiap unit motrik wajib menyediakan helm yang memenuhi standar keamanan bagi penggunanya.

Lampu Sein (Weser): Navigasi di dalam kampus yang padat memerlukan komunikasi antar kendaraan. Lampu sein adalah alat komunikasi vital saat akan berbelok untuk menghindari tabrakan.

Kaca Spion: Kesadaran akan situasi di belakang pengendara adalah kunci keselamatan. Spion wajib ada untuk memastikan pengendara bisa memantau pergerakan kendaraan lain atau pejalan kaki.

Tanpa ketiga hal ini, maka unit motor listrik tersebut harus dinyatakan belum layak mengaspal di lingkungan Unhas.

Disebutkan pula, selain kelengkapan fisik kendaraan di atas, ada beberapa poin penting yang perlu disiapkan oleh pihak Unhas untuk mendukung operasional 600 unit motrik tersebut.

Batas Kecepatan Maksimum: Perlu ada aturan kecepatan (misalnya maksimal 20-25 km/jam) di area kampus demi melindungi pejalan kaki.

Zonasi Parkir & Jalur Khusus: Agar tidak semrawut, titik parkir harus teratur dan jika memungkinkan, jalur khusus sepeda/motrik perlu dipertegas kembali.

Sistem Edukasi Pengguna: Pengguna (terutama mahasiswa) perlu diberikan edukasi singkat mengenai etika berkendara di kampus, mengingat suara motor listrik yang senyap seringkali tidak disadari oleh pejalan kaki.

Posisi Pengisian Daya (Charging Station): Kesiapan infrastruktur pengisian daya yang aman dan tidak mengganggu akses fasilitas umum lainnya.

Inovasi 600 motrik ini adalah niat baik untuk masa depan Unhas yang lebih bersih. Namun, kebaikan ke depan hanya bisa dicapai jika keselamatan hari ini diutamakan. Standar kelayakan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan terhadap nyawa mahasiswa.

Mari kawal bersama agar motrik yang hadir adalah motrik yang aman dan layak.

Semoga otoritas di Unhas sudah mengantisipasi hal dimaksud di atas.

Redaksi