Kepongahan, kesombongan, dan kesalahan membaca situasi geopolitik menjadi pemicu kehancuran yang tak terelakkan.
PELAKITA.ID – Pernah ada satu kota yang menjadi jantung peradaban dunia—pusat ilmu pengetahuan, kekayaan, dan kekuasaan. Kota itu adalah Baghdad, yang dalam imajinasi dunia kerap disebut sebagai negeri Seribu Satu Malam.
Di kota inilah berdiri megah Bait al-Hikmah (House of Wisdom), pusat intelektual, perpustakaan, dan lembaga penerjemahan termasyhur yang didirikan oleh Kekhalifahan Abbasiyah.
Dari Baghdad, ilmu pengetahuan Yunani, Persia, dan India diterjemahkan, dikembangkan, dan disebarkan ke dunia. Ketika Eropa masih berada dalam abad kegelapan, kota ini telah menjadi mercusuar peradaban manusia.
Namun sejarah menunjukkan, kejayaan tidak selalu runtuh oleh musuh dari luar. Kekuasaan Abbasiyah melemah terutama akibat konflik elit internal, rasa percaya diri berlebihan para khalifah, serta kegagalan mengendalikan pertikaian di dalam tubuh kekuasaan sendiri.
Pada saat yang sama, bangsa Mongol—yang semula tidak memiliki kehendak untuk menaklukkan Baghdad—akhirnya melancarkan serangan.
Kepongahan, kesombongan, dan kesalahan membaca situasi geopolitik menjadi pemicu kehancuran yang tak terelakkan.
Kisah ini berlangsung pada abad ke-9 hingga ke-13 Masehi.
Sebuah peradaban besar yang pernah menjadi rujukan dunia akhirnya runtuh. Pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan membakar perpustakaan, menghancurkan pusat-pusat ilmu, dan memutus mata rantai pengetahuan. Buku-buku dilemparkan ke Sungai Tigris hingga airnya dikisahkan menghitam oleh tinta.
Khalifah terakhir, Al-Musta’sim, ditangkap. Ia tidak dipenggal, karena Hulagu Khan meyakini bahwa darah bangsawan tidak boleh menyentuh tanah.
Sebuah akhir tragis bagi pusat peradaban yang pernah memimpin dunia.
Hari ini, ketika kita bersiap memasuki Bulan Suci Ramadan, kisah ini menjadi cermin. Peradaban bisa runtuh, kekuasaan bisa lenyap, tetapi keyakinan dan nilai spiritual tidak pernah benar-benar hilang oleh zaman.
Ramadan selalu hadir membawa harapan baru, rahmat Allah yang tak terhingga, dan pengingat akan pentingnya menjaga ilmu, etika, serta kerendahan hati.
Selamat memasuki Bulan Suci Ramadan 1447 H.
#Seri1
#JelangRamadan
Insya Allah, selama Ramadan saya akan mengirimkan kisah-kisah pendek ke layar ponsel Anda. Jangan lupa membaca—agar literasi kita tetap terjaga. Siapa tahu, selalu ada hikmah yang tersembunyi di balik setiap narasi singkat.
