PELAKITA.ID – Suatu keberuntungan mendapat kesempatan merancang Buku Feature Problematika Kesehatan Warga Urban dengan melibatkan pewarta warga serta praktisi, akademisi dan peneliti isu-isu kesehatan.
Kegiatan yang akan digelar Pelakita.ID bersama FKM Universitas Hasanuddin ini menampilkan sejumlah tamu istimewa.
Ini dia.
Judy Rahardjo
Adalah aktivis perlindungan konsumen dan pemerhati isu-isu sosial di Sulawesi Selatan yang telah lama berkecimpung dalam advokasi hak-hak masyarakat, khususnya di bidang perlindungan konsumen. Ia berkawan baik dengan sejumlah aktivis Sulawesi Selatan tahun 90-an seperti Zohra Andi Baso, Muhammad Nawir, hingga Ikrar Opu.
Judy merupakan alumni Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin angkatan 1985. Latar belakang keilmuannya di bidang komunikasi memperkuat kiprahnya dalam edukasi publik, advokasi kebijakan, serta penguatan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajiban konsumen.
Sejak era 1980-an, sosok yang kerap melancong jauh demi kuliner ini aktif di Yayasan Lembaga Konsumen Sulawesi Selatan, lembaga yang fokus pada advokasi, edukasi, serta pengawasan praktik perdagangan dan layanan publik. Pengalaman panjangnya menjadikannya salah satu figur senior dalam gerakan perlindungan konsumen di kawasan timur Indonesia dan patut menjadi inspirasi.
Dalam berbagai kesempatan, Judy konsisten menyuarakan pentingnya transparansi, akuntabilitas pelaku usaha, serta peran negara dalam melindungi kepentingan konsumen di tengah dinamika pasar dan perkembangan sektor jasa publik.
Pengalaman dan konsistensinya menjadi inspirasi bagi siapa saja yang peduli menyuarakan isu-isu kesehatan dan keadilan sosial di ranah urban.
Sudirman Nasir, Ph.D
Sudirman Nasir adalah akademisi dan praktisi kesehatan masyarakat asal Sulawesi Selatan yang dikenal luas dalam penguatan kebijakan kesehatan publik di Indonesia.
Ia adalah dosen dan peneliti di Universitas Hasanuddin, sekaligus penulis yang produktif. Selain aktif di dunia akademik, ia juga dikenal sebagai sastrawan dan pelancong yang memperkaya perspektifnya dalam melihat persoalan kesehatan dari sudut sosial dan kemanusiaan.
Ia dikenal sebagai ilmuwan yang gesit menulis opini kesehatan masyarakat di berbagai media, dari tingkat lokal hingga internasional. Aktivitas risetnya menjangkau akar rumput, dari pedalaman Nusa Tenggara Timur hingga berbagai forum global. Pada Mei 2021, ia menerima penghargaan Pittu Laungani yang prestisius.
Sastrawan Muhary Wahyu Nurba pernah menggambarkannya sebagai “anak pedagang tembakau Haji Nasir, pengagum Raja Dangdut Rhoma Irama,” sebuah potret yang menunjukkan kedekatannya dengan akar sosial dan budaya populer.
Sosok rendah hati kelahiran Cabbenge, Soppeng ini mulai dikenal luas sejak aktif mengkampanyekan pencegahan HIV-AIDS pada era 1990-an bersama aktivis LSM di Makassar, saat dukungan internasional untuk edukasi HIV-AIDS mulai menguat.
Latar belakangnya sebagai alumni Fakultas Kedokteran Unhas (lulus 1998) dan keterlibatannya di dunia kesenian menjadi modal penting dalam membangun komunikasi publik yang efektif.
Legacy utama Dr. Sudirman Nasir terletak pada penguatan paradigma promosi kesehatan sebagai fondasi pembangunan kesehatan. Ia mendorong perubahan orientasi layanan dari kuratif menuju preventif, berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Baginya, perubahan perilaku hidup sehat tidak cukup melalui kampanye sesaat, melainkan membutuhkan strategi komunikasi risiko, literasi kesehatan, serta pelibatan komunitas secara berkelanjutan.
Prof. Dr. Amran Razak, M.Sc
Adalah akademisi senior di bidang kesehatan masyarakat yang berkiprah di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Ia dikenal sebagai figur penting dalam penguatan kelembagaan FKM Unhas melalui kontribusi akademik, kepemimpinan, dan jejaring kemitraan dengan pemerintah serta institusi kesehatan.
Lahir di Makassar, ia menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi Unhas (1983), meraih gelar S2 di Program Pascasarjana Universitas Indonesia bidang Perencanaan dan Manajemen Kesehatan (1990), serta menyelesaikan S3 di bidang Ekonomi di PPs Unhas (2004).
Ia pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unhas periode 1997–2001 dan kemudian menjadi Wakil Rektor. Sejak 1986, ia mengabdi sebagai tenaga pengajar di Jurusan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM Unhas.
Kompetensinya mencakup asuransi kesehatan, administrasi dan kebijakan pembangunan kesehatan, serta penguatan dan pengorganisasian sumber daya kesehatan. Dalam perjalanan kariernya, ia berperan penting dalam pengembangan kurikulum serta penguatan tridarma perguruan tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—dengan pendekatan yang responsif terhadap persoalan riil di lapangan.
Legacy Prof. Amran Razak tercermin pada penguatan kapasitas kelembagaan FKM Unhas dan lahirnya generasi sarjana kesehatan masyarakat yang berorientasi pada kepemimpinan dan pelayanan publik.
Ia menjadi bagian dari generasi akademisi yang memperkokoh posisi FKM Unhas sebagai salah satu pusat pendidikan kesehatan masyarakat terkemuka di kawasan Indonesia Timur.
Pelakita.ID









