16 Tahun RSP Unhas, Prof Sukri Palutturi: Semoga Makin Kompeten, Inovatif, dan Berdampak Luas

  • Whatsapp
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Unhas, Prof Sukri Palutturi, S.K.M, M.Sc. P.H, Ph.D (dok: Istimewa)

Rumah sakit ini menjadi tempat bertumbuhnya dokter, perawat, dan berbagai tenaga kesehatan lainnya dalam suasana pembelajaran yang nyata dan penuh pengabdian.

Dekan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, S.K.M, M.Sc, P.H, Ph.D

PELAKITA.ID –  Memasuki usia ke-16 tahun, Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin terus meneguhkan perannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan yang bermutu sekaligus sebagai ruang pembelajaran yang hidup bagi tenaga kesehatan.

Dalam ucapan selamatnya, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., M.Sc.PH, Ph.D, menyampaikan apresiasi atas perjalanan dan kontribusi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin selama lebih dari satu dekade terakhir.

Menurutnya, dalam kurun waktu 16 tahun, Rumah Sakit Pendidikan Unhas telah berkembang tidak hanya sebagai institusi layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat pendidikan yang memadukan praktik dan ilmu pengetahuan secara harmonis.

“Rumah sakit ini menjadi tempat bertumbuhnya dokter, perawat, dan berbagai tenaga kesehatan lainnya dalam suasana pembelajaran yang nyata dan penuh pengabdian,” ucap Prof Sukri.

Tema yang diusung pada peringatan tahun ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa pendidikan dan pelayanan bukanlah dua entitas yang terpisah.

Keduanya berpadu dalam satu misi mulia, menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada sesama.

“Setiap tindakan medis, perhatian kepada pasien, hingga senyum yang menenangkan, merupakan wujud pelayanan bernilai luhur,” puji Prof Sukri.

Prof. Sukri berharap, di usia yang ke-16 ini, Rumah Sakit Pendidikan Unhas semakin kompeten, inovatif, dan berdampak luas.

Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas sebagai pusat pendidikan dan pelayanan kesehatan yang membanggakan, tidak hanya bagi lingkungan Universitas Hasanuddin, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Selatan dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

“Momentum ulang tahun ini diharapkan menjadi titik refleksi sekaligus pijakan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan inovasi di bidang kesehatan demi kemaslahatan bersama,” pungkas Guru Besar FKM Unhas Kebijakan Kesehatan Publik itu.

Tentang 16 Tahun RSP Unhas

Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin lahir dari kebutuhan akan fasilitas pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan sistem pendidikan kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatan di lingkungan Universitas Hasanuddin.

Seiring dengan berkembangnya Fakultas Kedokteran dan berbagai fakultas rumpun kesehatan,

Ilustrasi RSP Unhas (dok: Istimewa)

Unhas memandang penting kehadiran rumah sakit pendidikan yang mampu menjadi wahana praktik klinis, penelitian, sekaligus pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui pembangunan rumah sakit di kawasan Kampus Tamalanrea, Makassar, sebagai bagian dari penguatan peran Unhas dalam tridarma perguruan tinggi.

Pembangunan rumah sakit ini dirancang tidak hanya sebagai fasilitas layanan medis, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik nyata. Sejak awal operasionalnya, Rumah Sakit Pendidikan Unhas diarahkan untuk menjadi tempat mahasiswa kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, dan profesi kesehatan lainnya mengasah kompetensi secara langsung di bawah supervisi tenaga medis berpengalaman.

Dengan konsep rumah sakit pendidikan, integrasi antara teori dan praktik menjadi fondasi utama dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional dan beretika.

Dalam perjalanannya, Rumah Sakit Pendidikan Unhas terus mengalami pengembangan baik dari sisi infrastruktur, layanan unggulan, maupun sistem manajemen.

Berbagai fasilitas penunjang medis dan nonmedis diperkuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Rumah sakit ini juga berperan dalam mendukung riset klinis dan inovasi kesehatan, menjadikannya sebagai salah satu pusat rujukan akademik di wilayah Indonesia Timur.

Memasuki usia yang semakin matang, yang ke-16 tahun, Rumah Sakit Pendidikan Unhas tidak hanya berfungsi sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai simbol kolaborasi antara dunia pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan semangat integrasi ilmu, pelayanan, dan kemanusiaan, rumah sakit ini terus bertransformasi untuk memberikan layanan yang bermutu sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang adaptif terhadap tantangan kesehatan masa kini dan masa depan.

Redaksi