PELAKITA.ID – Pangkajene dan Kepulauan – Ocean Climate & Ecosystem Adaptation Network Consortium (OCEAN Consortium) akan menggelar konsultasi publik dalam rangka penyusunan proposal lengkap proyek Building Climate Change Resiliency for Small and Remote Islands di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Mattampa Inn, Kecamatan Bungoro.
Konsultasi publik ini merupakan bagian dari tahapan Project Formulation Grant (PFG) yang didukung oleh Adaptation Fund melalui KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity. OCEAN Consortium sendiri merupakan konsorsium yang terdiri dari DFW Indonesia, Lembaga Maritim Nusantara, dan Nypah Indonesia.
Pelaksana kegiatan menjelaskan, proposal konsep proyek sebelumnya telah mendapatkan persetujuan Adaptation Fund untuk dilanjutkan ke tahap penyusunan proposal penuh.
Tahapan PFG dilakukan untuk memastikan dokumen proyek disusun secara matang, terukur, dan sesuai dengan standar teknis pendanaan internasional.
Proyek ini dirancang untuk memperkuat ketahanan masyarakat pulau-pulau kecil dan terpencil terhadap dampak perubahan iklim, khususnya di Kecamatan Liukang Tangaya dan Liukang Kalmas.
Sebelumnya, tim konsorsium telah melakukan pengumpulan dan analisis data melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif, mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Melalui konsultasi publik, OCEAN Consortium akan memaparkan perkembangan penyusunan proposal sekaligus memverifikasi kembali data lapangan yang telah dikumpulkan.
Forum ini juga diharapkan menjadi ruang dialog untuk memperoleh masukan dari para pemangku kepentingan guna menyempurnakan kerangka proyek.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan kementerian dan lembaga tingkat pusat seperti Kementerian Lingkungan Hidup, KKP, BMKG, dan BRIN, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Pangkep, akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, hingga media.
Agenda kegiatan meliputi pemaparan kerangka proposal penuh, diskusi pengembangan program, serta diskusi kelompok terarah (FGD) yang membahas risiko bencana hidrometeorologi, program perubahan iklim yang telah dan akan dilaksanakan, serta rekomendasi rencana kegiatan proyek ke depan.
Direktur Program DFW Indonesia sekaligus Lead Consortium OCEAN, Imam Trihatmadja, berharap konsultasi publik ini dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam merancang proyek adaptasi perubahan iklim yang kontekstual dan berkelanjutan bagi masyarakat kepulauan Pangkep.
