PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Wakatobi Maritim Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi pemetaan wisata melalui Program GeoSmart Desa di Desa Mola Nelayan Bhakti,Kecamatan wangi-wangi selatan, Kabupaten Wakatobi.
Program ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam membantu pemerintah desa menata potensi wisata secara informatif, modern, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan.
Melalui pendekatan teknologi geospasial, Usman Mahasiswa KKN-T 115 mengembangkan peta wisata terpadu yang memuat informasi kondisi eksisting wilayah desa.
Peta ini tidak hanya menampilkan lokasi destinasi wisata, tetapi juga jaringan jalan, sarana dan prasarana, fasilitas umum, serta akses menuju kawasan wisata unggulan seperti Jembatan Pelangi Di Desa Mola Nelayan Bhakti.
Proses penyusunan peta diawali dengan observasi lapangan dan pengumpulan data spasial. Mahasiswa memanfaatkan Map Plus sebagai alat bantu pemetaan berbasis mobile untuk pencatatan koordinat, tracking jalur, serta inventarisasi titik fasilitas dan destinasi wisata secara langsung di lapangan.
Data hasil observasi tersebut kemudian dipadukan dengan data sekunder dari pemerintah desa dan hasil wawancara dengan masyarakat setempat.
Seluruh data spasial yang terkumpul selanjutnya diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan QGIS . Pengolahan ini meliputi digitasi jaringan jalan, pemetaan sarana dan prasarana, penyusunan peta tematik, hingga integrasi data wisata dalam satu sistem informasi geografis yang terstruktur dan mudah dipahami.
Sebagai produk utama, GeoSmart Desa disajikan dalam berbagai media. Selain peta digital interaktif, mahasiswa juga menyusun album peta yang berisi rangkaian peta tematik Desa Mola Nelayan Bhakti.
Album peta ini menjadi media dokumentasi visual desa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan, edukasi, serta informasi publik. Peta cetak turut diproduksi dan dipasang di lokasi strategis desa sebagai peta petunjuk wisata.
Hasil pemetaan tersebut kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Mola Nelayan Bhakti dalam bentuk data spasial ( shapefile/SHP ). Data ini diharapkan dapat menjadi basis pengembangan sistem informasi desa, mendukung perencanaan pembangunan berbasis wilayah, serta pengelolaan desa wisata secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk inovasi digital, peta wisata GeoSmart Desa juga dilengkapi dengan barcode (QR Code) yang terhubung langsung ke versi digital peta.
Melalui pemindaian QR Code, wisatawan dapat mengakses informasi lokasi wisata, rute perjalanan, dan fasilitas pendukung secara praktis melalui perangkat gawai.
Program GeoSmart Desa dilatarbelakangi oleh meningkatnya kunjungan wisatawan ke Desa Mola Nelayan Bhakti yang belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan peta petunjuk wisata dan informasi akses jalan yang terstruktur. Kondisi tersebut berpotensi membingungkan wisatawan dan mengurangi kenyamanan kunjungan.
Kepala Desa Mola Nelayan Bhakti, Derdi, S.Sos., mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN.
Menurutnya, peta wisata terpadu berbasis teknologi ini sangat membantu pemerintah desa dalam menata wilayah, mengembangkan potensi pariwisata, serta meningkatkan kualitas pelayanan informasi bagi masyarakat dan wisatawan.
Selain berorientasi pada pengembangan wisata, Program GeoSmart Desa juga memperhatikan aspek sosial dan budaya.
Desa Mola Nelayan Bhakti merupakan kawasan permukiman masyarakat Suku Bajo, komunitas maritim dengan kearifan lokal dan tradisi bahari yang kuat. Oleh karena itu, pemetaan ini diharapkan tidak hanya mendukung promosi pariwisata, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal dan peran masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis kelautan.









