PELAKITA.ID – Palopo, 9 Februari 2026 — Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo bersama Perum Bulog menggelar kuliah umum yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta penyerahan bantuan biaya penelitian kepada mahasiswa.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Opu Daeng Risaju, Kota Palopo, Senin (9/2).
Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan Universitas Andi Djemma, jajaran Perum Bulog, dosen, serta mahasiswa program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2).
Dalam kesempatan ini, Perum Bulog menyerahkan bantuan biaya penelitian kepada 14 mahasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan riset akademik, khususnya di bidang pangan dan pembangunan.
Kuliah umum disampaikan oleh Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Marga Taufik, S.H., M.H. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian dan swasembada pangan nasional.
Menurutnya, dunia akademik memiliki posisi strategis dalam melahirkan inovasi, riset berbasis data, serta sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan.
Dalam konteks daerah, Marga Taufik juga menyoroti urgensi penguatan pangan lokal sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.
Ia menyebut sagu sebagai salah satu komoditas potensial yang menjadi aset pangan masyarakat Luwu Raya, dengan nilai strategis dari sisi budaya, ekonomi, maupun keberlanjutan lingkungan.
Pengembangan riset dan inovasi terhadap komoditas lokal seperti sagu dinilai dapat menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung diversifikasi pangan nasional.
Penandatanganan MoU antara Perum Bulog dan Universitas Andi Djemma menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama kelembagaan, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan program-program strategis yang berkaitan dengan sektor pangan dan logistik.
Pihak Universitas Andi Djemma menyambut positif kerja sama ini sebagai upaya memperluas kolaborasi institusional sekaligus memberikan dukungan konkret kepada mahasiswa dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara dunia akademik dan sektor strategis negara, serta mendorong kontribusi nyata mahasiswa dan peneliti dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.









