Besok, Panen Raya Padi Organik PS-08 di Carita, Ikhtiar Bela Negara melalui Ketahanan Pangan

  • Whatsapp
Rencana Lokasi Panen Raya di Pandeglang (dok: Istimewa)

Bahwa pangan tidak semata soal produksi, tetapi menyangkut kedaulatan, keberlanjutan, dan martabat bangsa. Oleh karena itu, kegiatan panen raya ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni, melainkan sebagai ruang konsolidasi gagasan dan dukungan lintas pemangku kepentingan.

Ketua DPP Garuda Astacita Nusantara, Dr (C) Muhammad Burhanuddin, S.H, M.H

PELAKITA.ID – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan dari berbagai lini. Salah satunya melalui gerakan berbasis masyarakat yang memadukan riset pertanian, pengabdian kebangsaan, dan keberpihakan pada petani.

Semangat itulah yang mendorong Brigade Pangan Bhakti Bela Negara menggelar Panen Raya Padi Organik PS-08 di kawasan pesisir Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kegiatan Panen Raya ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, Saung Tepi Sawah, Jl. Raya Carita, Pandeglang.

“Acara ini menjadi penanda keberhasilan penanaman Padi Organik PS-08 seluas 753 hektare, sebuah capaian signifikan dalam program ketahanan pangan nasional,” ucap Ketua Umum DPP Garuda Astacita Nusantara, Muhammad Burhanuddin kepada Pelakita.ID terkait rencana kegiatan penting tersebut.

Sumber DPP GAN

Burhanuddin yang mendapat undangan khusus mengikuti acara ini menyebut Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, di bawah naungan Yayasan Bhakti Bela Negara, memaknai ketahanan pangan sebagai bagian integral dari nilai Bela Negara.

“Bahwa pangan tidak semata soal produksi, tetapi menyangkut kedaulatan, keberlanjutan, dan martabat bangsa. Oleh karena itu, kegiatan panen raya ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni, melainkan sebagai ruang konsolidasi gagasan dan dukungan lintas pemangku kepentingan,” ucap pengacara Ibu Kota Jakarta ini.

Menurut Burhanuddin, sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dan memberikan pandangan strategis.

Acara akan dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa dan laporan pelaksanaan oleh Ketua Brigade Pangan. Dokumentasi proses penanaman Padi Organik PS-08 juga akan ditayangkan untuk memperlihatkan perjalanan program sejak awal.

Sambutan akan disampaikan oleh Ketua Umum HKTI, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA, serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, S.E. (Titiek Soeharto).

Puncak acara akan diisi dengan Keynote Speech Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., sekaligus menandai Panen Raya Padi Organik PS-08 seluas 753 hektare.

PS-08: Padi Organik Tangguh di Lahan Pesisir

Muhammad Burhanuddin menjelaskan, Padi Organik PS-08 merupakan varietas hasil riset yang memiliki sejumlah keunggulan strategis.

“Sumber DPP GAN di Pandeglang menyebutkan, varietas ini dikenal hemat benih karena percabangan tanaman yang optimal, tahan terhadap cuaca ekstrem dan serangan hama, serta memiliki perawatan yang relatif mudah. Rata-rata produktivitasnya mencapai 8 ton per hektare, angka yang menjanjikan bagi peningkatan pendapatan petani,” terang Burhanuddin.

Keunggulan tersebut terbukti di lapangan. Lahan tanam Brigade Pangan Bhakti Bela Negara berada di kawasan pesisir yang kerap terdampak rob dan angin laut kencang. Namun, Padi Organik PS-08 tetap mampu tumbuh dan berkembang dengan baik, menunjukkan ketahanannya terhadap kondisi lingkungan yang menantang.

Keberhasilan panen perdana ini menjadi pijakan penting bagi langkah berikutnya.

Kata Burhanuddin, sebagaimana DPP GAN, Brigade Pangan Bhakti Bela Negara berkomitmen untuk mengembangkan Padi Organik PS-08 ke berbagai daerah di Indonesia, dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta berkontribusi nyata dalam menyukseskan Program Ketahanan Pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menguatkan Kolaborasi untuk Kedaulatan Pangan

Panen Raya ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat, organisasi sipil, dunia usaha, dan pemerintah.

Kehadiran para pemangku kebijakan dipandang sebagai dukungan strategis dalam membangun sistem pangan yang berdaulat, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Bagi Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, ketahanan pangan bukan sekadar program, melainkan ikhtiar kebangsaan—sebuah bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara melalui kerja nyata di sektor paling mendasar: pangan.

Dengan semangat tersebut, Panen Raya Padi Organik PS-08 di Carita diharapkan tidak hanya menjadi peristiwa panen, tetapi juga simbol bahwa Bela Negara dapat tumbuh dari sawah, ladang, dan kerja kolektif petani Indonesia.

Redaksi