Ramadan 2026 dan Fenomena “Cincin Api”: Ini 5 Hal Penting yang Wajib Anda Tahu

  • Whatsapp
Ilustrasi oleh Gemini

PELAKITA.ID – Sebuah fenomena langit menakjubkan berupa Gerhana Matahari Cincin (GMC) diprediksi akan menghiasi langit pada Selasa, 17 Februari 2026.

Menariknya, peristiwa astronomi yang dikenal sebagai Ring of Fire ini terjadi hanya sehari sebelum perkiraan awal puasa Ramadan 1447 H.

Bagi Anda yang berencana mengamati fenomena ini, berikut adalah lima hal krusial yang perlu dipahami agar tidak melewatkan momen sekaligus tetap menjaga keselamatan mata:

1. Terjadi Tepat Sebelum Bulan Suci Ramadan

Berdasarkan data astronomi, gerhana ini akan berlangsung pada Selasa (17/02/2026). Momen ini sangat berdekatan dengan penetapan awal Ramadan 2026.

Sebagai perbandingan, Muhammadiyah menjadwalkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara pemerintah melalui Kementerian Agama diperkirakan menetapkannya pada Kamis, 19 Februari 2026.

2. Bahaya Menatap Langsung dengan Mata Telanjang

Berbeda dengan Gerhana Matahari Total yang memiliki fase gelap sempurna, Gerhana Matahari Cincin pada dasarnya adalah gerhana sebagian di seluruh prosesnya.

Karena piringan matahari tidak tertutup sepenuhnya oleh bulan, radiasi cahaya yang tersisa tetap sangat tajam.

Peringatan: Menatap fenomena ini tanpa pelindung dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata. Sangat disarankan menggunakan kacamata khusus gerhana atau filter matahari standar.

3. Apa Itu Fenomena “Cincin Api”?

Fenomena ini disebut gerhana annular (dari bahasa Latin annulus yang berarti cincin). Hal ini terjadi karena posisi bulan berada di titik terjauh dari Bumi (apogee), sehingga tampak lebih kecil dari matahari.

Saat puncak gerhana, bulan hanya akan menutupi bagian tengah matahari dan menyisakan pinggiran cahaya yang menyerupai cincin emas.

4. Durasi Panjang Namun Jalur Terbatas

Secara keseluruhan, proses gerhana ini memakan waktu 271 menit. Titik puncaknya diperkirakan terjadi pada pukul 12:13 UTC, di mana matahari akan tertutup hingga 96%.

Meski berlangsung lama, jalur utama “cincin sempurna” ini cukup eksklusif, yakni hanya melintasi wilayah Antartika dan Samudra Hindia bagian selatan.

Sementara itu, wilayah seperti Amerika Selatan dan Afrika hanya akan melihatnya sebagai gerhana matahari sebagian.

5. Bagian dari Siklus Saros 121

Gerhana 17 Februari mendatang masuk ke dalam kategori siklus Saros 121, urutan ke-61 dari 71 gerhana dalam seri tersebut.

Tahun 2026 sendiri akan menjadi tahun spesial bagi pengamat langit, karena setelah gerhana cincin di bulan Februari, dunia akan kembali disuguhi Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 yang melintasi Spanyol dan Islandia.