Mahasiswa KKNT Unhas Gelombang 115 Dorong Pencegahan Stunting dan Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Leppangeng

  • Whatsapp
Dalam upaya menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesehatan tanaman cengkeh, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan rangkaian kegiatan sosialisasi dan penyuluhan terpadu di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (21/1/2026).

PELAKITA.ID – Dalam upaya menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesehatan tanaman cengkeh, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan rangkaian kegiatan sosialisasi dan penyuluhan terpadu di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi Peningkatan Konsumsi Pangan Hewani dan Nabati sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak serta penyuluhan Pembuatan Pestisida Nabati sebagai Agen Pengendalian Hama Penggerek Batang pada Tanaman Cengkeh.

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, baik di bidang kesehatan keluarga maupun sektor pertanian.

Kegiatan pertama difokuskan pada upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan bergizi, khususnya pangan hewani dan nabati.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai peran protein hewani dan nabati yang mengandung asam amino esensial serta zat gizi kompleks yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak secara optimal.

Mahasiswa menjelaskan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan pangan, tetapi juga oleh keragaman dan kualitas gizi dalam satu porsi makanan.

Mahasiswa menjelaskan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan pangan, tetapi juga oleh keragaman dan kualitas gizi dalam satu porsi makanan.

Meski Desa Leppangeng memiliki sumber pangan yang melimpah dari hasil pertanian dan alam, kurangnya variasi konsumsi gizi masih menjadi tantangan tersendiri.

Koordinator Desa Leppangeng dari Fakultas Peternakan, Nikmatullah Ibrahim, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan salah satu program Pemerintah Desa Leppangeng, yakni Rembuk Stunting.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi komponen pendukung sekaligus bentuk kepedulian mahasiswa KKNT terhadap masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya penanggulangan serta pencegahan stunting melalui edukasi peningkatan konsumsi pangan hewani dan nabati.

Tidak hanya berfokus pada kesehatan anak, rangkaian kegiatan juga menyasar sektor pertanian, khususnya kesehatan tanaman cengkeh yang menjadi salah satu sumber utama mata pencaharian masyarakat Desa Leppangeng.

Mahasiswa KKNT memberikan penyuluhan mengenai pembuatan pestisida nabati berbahan dasar ekstrak serai sebagai alternatif pengendalian hama Penggerek Batang Cengkeh.

Mahasiswa Fakultas Pertanian, Muthia Salsabila, menjelaskan bahwa pestisida nabati merupakan solusi yang efektif dan ramah lingkungan dalam mengendalikan hama penggerek batang.

Selain dapat membantu menjaga produktivitas tanaman cengkeh, pestisida ini juga memiliki nilai ekonomis yang relatif rendah sehingga mampu menekan biaya produksi petani secara signifikan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperlihatkan secara langsung proses pembuatan pestisida nabati menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Mahasiswa KKNT memberikan penyuluhan mengenai pembuatan pestisida nabati berbahan dasar ekstrak serai sebagai alternatif pengendalian hama Penggerek Batang Cengkeh.

Pestisida ini dinilai lebih aman bagi ekosistem dibandingkan pestisida kimia, namun tetap efektif dalam mengatasi hama yang selama ini menjadi kendala utama produksi cengkeh.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta sosialisasi bahkan menyebut bahwa program ini merupakan salah satu program kerja terbaik dari tim KKN di Desa Leppangeng karena sangat relevan dan langsung menjawab kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ini menjadi langkah integratif dalam mendorong kemandirian masyarakat desa. Melalui peningkatan kualitas konsumsi pangan, diharapkan angka stunting dapat ditekan.

Sementara melalui inovasi pestisida nabati, petani dapat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi demonstrasi pembuatan pestisida nabati yang diikuti dengan antusias oleh masyarakat. Mereka berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan di masa mendatang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup dan ketahanan desa.

___
Penulis: Koordinator KKN Desa Leppangeng dari Fakultas Peternakan, Nikmatullah Ibrahim,