Suwardi Haseng, dari Pengusaha Energi ke Bupati Soppeng

  • Whatsapp
Suwardi Haseng dan Selle K.S Dalle (dok: Istimewa)

Rekam jejak bisnis ini pula yang membuat nama Suwardi Haseng semakin menonjol ketika laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya dipublikasikan. Pada 2021, total kekayaan Suwardi Haseng tercatat mencapai lebih dari Rp111 miliar, angka yang menempatkannya sebagai salah satu pejabat daerah dengan aset terbesar di Sulawesi Selatan.

PELAKITA.ID – Nama Suwardi Haseng menjadi salah satu figur yang paling banyak diperbincangkan di Sulawesi Selatan pasca Pilkada 2024. Politisi Partai Golkar ini resmi terpilih sebagai Bupati Soppeng, berpasangan dengan Selle K.S. Dalle sebagai wakilnya, setelah meraih kemenangan signifikan dalam pemilihan kepala daerah.

Berdasarkan rekapitulasi resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng yang digelar pada 3–4 Desember 2024, pasangan Suwardi Haseng–Selle K.S. Dalle memperoleh 80.266 suara atau sekitar 56,52 persen, unggul atas pasangan Andi Mapparemma–Andi Adawiah yang meraih 61.758 suara atau 43,48 persen.

Hasil ini menandai berakhirnya kontestasi politik yang cukup ketat di daerah tersebut.

Jejak Politik yang Panjang dari Daerah

Suwardi Haseng bukan nama baru dalam politik lokal Soppeng. Ia memulai karier politiknya dari bawah, yakni sebagai anggota DPRD Kabupaten Soppeng sejak Pemilu 2004.

Konsistensi dan basis elektoral yang kuat membuatnya terpilih kembali hingga tiga periode berturut-turut sebagai legislator daerah.

Pada Pemilu Legislatif 2014, Suwardi mencatatkan perolehan suara yang menonjol di daerah pemilihan Lilirilau, Liliriaja, dan Citta. Setelah hampir satu dekade di DPRD kabupaten, ia kemudian mencoba melangkah ke tingkat provinsi.

Proses menuju DPRD Sulawesi Selatan tidak berjalan mulus. Namanya sempat tidak masuk dalam daftar calon legislatif. Namun setelah melalui dinamika internal partai, Suwardi akhirnya mendapat kesempatan maju, meski bukan dari nomor urut strategis.

Ia ditempatkan di nomor urut tujuh, menggantikan calon yang mengundurkan diri. Dari posisi tersebut, Suwardi berhasil membalikkan prediksi dan terpilih sebagai anggota DPRD Sulsel.

Pengusaha BBM dan Julukan “Raja SPBU”

Di luar dunia politik, Suwardi Haseng dikenal luas sebagai pengusaha di sektor bahan bakar minyak (BBM).

Bersama keluarganya, ia membangun dan mengelola jaringan usaha yang bergerak di bidang distribusi energi, termasuk SPBU di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Keterlibatan kuat di sektor inilah yang melahirkan julukan “Raja SPBU”—sebutan populer yang berkembang di masyarakat dan media.

Julukan tersebut tidak bersifat formal, melainkan cerminan persepsi publik terhadap pengaruh dan jejaring usaha yang ia miliki di sektor energi, sebuah sektor vital bagi perekonomian daerah.

Rekam jejak bisnis ini pula yang membuat nama Suwardi Haseng semakin menonjol ketika laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya dipublikasikan. Pada 2021, total kekayaan Suwardi Haseng tercatat mencapai lebih dari Rp111 miliar, angka yang menempatkannya sebagai salah satu pejabat daerah dengan aset terbesar di Sulawesi Selatan.

Lonjakan nilai kekayaan Suwardi Haseng tercatat secara bertahap sejak pertama kali melaporkan LHKPN pada 2003, ketika masih menjadi anggota DPRD Soppeng. Dari ratusan juta rupiah di awal karier politiknya, nilai aset tersebut meningkat signifikan seiring perjalanan usaha dan politiknya.

Aset-aset tersebut meliputi tanah dan bangunan di berbagai daerah, termasuk Makassar, Soppeng, Takalar, hingga Palu.

Data LHKPN inilah yang kemudian memicu diskusi publik luas, sekaligus menempatkan Suwardi Haseng sebagai figur dengan kekayaan yang bahkan melampaui sejumlah pejabat nasional pada periode yang sama.

Namun bagi pendukungnya, capaian ekonomi tersebut justru dipandang sebagai bukti keberhasilan di dunia usaha, yang diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kemampuan mengelola pemerintahan daerah secara profesional dan mandiri.

Latar Belakang Pribadi dan Pendidikan

Suwardi Haseng lahir di Soppeng pada 31 Mei 1968. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di daerah asalnya, sebelum melanjutkan studi ke Universitas Hasanuddin dan meraih gelar sarjana.

Dalam kehidupan keluarga, ia menikah dengan Suwarni Burhan dan dikenal memiliki jaringan kekerabatan yang juga aktif di dunia usaha.

Di bidang organisasi, Suwardi Haseng tercatat sebagai Wakil Ketua DPC Hiswana Migas Makassar periode 2021–2024, sebuah organisasi yang menaungi pelaku usaha hilir migas. Posisi ini semakin mengukuhkan kedekatannya dengan sektor energi nasional.

Dengan latar belakang sebagai pengusaha dan politisi berpengalaman, Suwardi Haseng kini memasuki babak baru sebagai kepala daerah.

Pelantikannya sebagai Bupati Soppeng menandai transisi dari peran legislator dan pengusaha menjadi pemimpin eksekutif yang bertanggung jawab langsung atas pelayanan publik.

Tantangan ke depan tidak ringan. Publik menaruh harapan besar agar pengalaman bisnis dan jejaring yang dimiliki dapat diarahkan untuk memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan pelayanan dasar, serta memastikan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berkeadilan.

Dari “Raja SPBU” hingga kursi Bupati Soppeng, perjalanan Suwardi Haseng mencerminkan persilangan antara politik, bisnis, dan kekuasaan lokal—sebuah dinamika yang kini diuji dalam praktik kepemimpinan nyata.

Redaksi