Amrullah Amir, Ph.D | Menelusuri Sejarah Maritim dan Jejak Sosial-Budaya Melayu di Indonesia Timur

  • Whatsapp
Amrullah Amir, S.S., M.A., Ph.D

PELAKITA.ID – Amrullah Amir, S.S., M.A., Ph.D. adalah sosok  akademisi dan sejarawan yang fokus menaruh perhatian pada kajian sejarah maritim serta dinamika sosial-budaya masyarakat Melayu di kawasan Indonesia Timur.

Ia menempuh pendidikan Sarjana (S1) Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra (kini Fakultas Ilmu Budaya), Universitas Hasanuddin pada tahun 1994–2001.

Ketertarikannya pada sejarah budaya membawanya melanjutkan studi Magister (S2) Ilmu Sejarah di Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada pada 2007–2009, dengan fokus pada Kajian Sejarah Budaya.

Komitmennya dalam pengembangan ilmu sejarah semakin kuat ketika ia melanjutkan pendidikan Doktor (S3) di Universitas Kebangsaan Malaysia pada 2011–2015.

Pada jenjang ini, Prof. Amrullah mendalami Bidang Kajian Sejarah Melayu dalam rumpun Ilmu Humaniora dan Ilmu Sosial, yang kemudian menjadi salah satu fondasi utama dalam karya-karya akademiknya.

Hingga saat ini, ia berstatus sebagai dosen dan staf akademik di Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin, dengan spesialisasi pada Sejarah Maritim dan Sejarah Sosial-Budaya.

Dalam lima tahun terakhir, Amrullah aktif melakukan penelitian yang berkontribusi signifikan terhadap pengembangan kajian sejarah lokal dan regional Sulawesi Selatan.

Beberapa penelitian penting yang telah dilaksanakannya antara lain Peradaban Besi Luwu: Pelayaran dan Tinggalan Material dalam Tinjauan Geologi, Arkeologi, dan Sejarah (2017–2018), yang mengkaji keterkaitan antara teknologi, pelayaran, dan peradaban awal di Luwu.

Penelitian lainnya adalah Pemukiman dan Identitas Masyarakat Keturunan Melayu di Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep: Tinjauan Sejarah Sosial (2019), serta Kajian Sejarah Kota-Kota di Sulawesi Selatan Masa Kolonial untuk Pengembangan Pariwisata Berbasis Sejarah Kota (2020), yang menunjukkan relevansi sejarah dalam konteks pembangunan dan pariwisata.

Selain penelitian, Prof. Amrullah juga produktif dalam menghasilkan karya tulis ilmiah dan buku.

Di antara karya pentingnya adalah Sejarah Petempatan Masyarakat Melayu di Sulawesi Selatan, 1789–1942 (2014), Aspek-Aspek Perkembangan Peradaban Islam di Kawasan Indonesia Timur (2016), dan Pedagang Melayu di Sulawesi Selatan: Identiti dan Kuasa (2019).

Karya-karya tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam mengkaji identitas, jaringan perdagangan, dan relasi kuasa masyarakat Melayu dalam lintasan sejarah.

Di luar aktivitas akademik formal, Prof. Amrullah Amir juga aktif dalam berbagai seminar dan webinar sejarah serta budaya di tingkat nasional, khususnya pada masa pandemi COVID-19 (2020–2021).

Beberapa forum yang diikutinya antara lain Borobudur Writers and Cultural Festival (2020) dan Diskusi Daring BPCB–MSI Kalimantan Timur bertema “Wabah Penyakit Menular dan Bencana Kemanusiaan: Perspektif Sejarah dan Budaya” (2020). Keterlibatan ini menunjukkan kepeduliannya dalam mengaitkan kajian sejarah dengan isu-isu kontemporer.

Tidak hanya berfokus pada dunia akademik, Prof. Amrullah juga aktif dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.

Ia terlibat dalam penguatan pemahaman sejarah lokal bagi para guru sejarah tingkat SMA di Kabupaten Gowa, serta berbagi pengetahuan mengenai sejarah publik kepada komunitas pemerhati sejarah Kota Makassar.

Melalui kegiatan ini, ia berupaya menjembatani ilmu sejarah akademik dengan kebutuhan masyarakat luas, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran sejarah sebagai bagian penting dari identitas dan pembangunan sosial.

Redaksi