Indah Matano, Terusik Aksi Buang Sampah Sembarangan

  • Whatsapp
Masih ada pengunjung yang semena-mena buang sampah sembarangan (dok: Pelakita.ID)

PELAKITA.ID – Saat kepala terasa pening, berekreasi ke tepi Danau Matano kerap menjadi solusi. Itulah yang penulis rasakan sore ini. Sekira pukul lima sore, saya memilih jogging santai menuju Pantai Ide yang fenomenal itu.

Segelas kopi saset cappuccino dan sebungkus gorengan—dua iris pisang goreng dan seiris sukun goreng—menjadi teman di Ahad, 21 Desember 2025.

Suasana Pantai Ide Matano tampak ramai. Tiga ruas dermaga dijejali pengunjung. Di danau, belasan orang berenang sambil bersenda gurau. Saya duduk di sisi dermaga pertama, melepas pandangan ke pesisir Nuha, lalu berputar ke arah Laa Waa, Desa Matano, di sisi barat.

Pemandangan seperti ini menghadirkan kenikmatan luar biasa di lingkar tambang PT Vale. Saban sore, jika tidak sedang hujan, kami—anggota Tim The COMMIT Foundation—memanfaatkan waktu untuk sekadar jogging, lalu merapat ke dermaga. Melayarkan pandangan ke selasar Verbeek dan menikmati ciptaan Yang Maha Kuasa.

Tak ada debu beterbangan. Yang terdengar hanya deburan dan kecipak air danau. Tiada umpatan di ruas jalan berlubang; yang ada hanyalah tawa canda para pengunjung. Tak terdengar gerutuan, melainkan anak-anak muda yang berolahraga renang, bahkan sejumlah kanak-kanak yang tekun berlatih gaya dada hingga gaya punggung.

Inilah tepi Danau Matano—yang selalu dirindukan.

Namun sore ini, di tengah upaya menyesap makna keindahan itu, menikmati pisang dan sukun goreng, hati terusik oleh pemandangan lain. Meski tersedia lima atau enam bak sampah berukuran besar—bahkan nyaris raksasa—masih saja ada pengunjung yang entah lupa atau abai, meninggalkan sampah plastik dan sisa makanan begitu saja.

Hal-hal seperti inilah yang semestinya terus menjadi atensi kita bersama. Diperlukan kesadaran kolektif untuk membuang sampah pada tempatnya. Kita datang untuk berekreasi, bukan untuk menambah polusi.

Betapa indah dan mengesankan menikmati Danau Matano tanpa harus terusik oleh tabiat buruk sebagian pengunjung yang masih tega meninggalkan jejak sampah di dermaga, bahkan di kolom danau. Sudah saatnya kita berhenti membuang sampah sembarangan.

Denun
Sorowako, 21 Desember 2025