PELAKITA.ID – Maros, 7 November 2025 — Tim Visitasi Nasional Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) melakukan kunjungan lapangan ke Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, untuk meninjau secara langsung pelaksanaan program PPK ORMAWA dari Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HIMAKAHA) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian visitasi nasional PPK ORMAWA tahun 2025 yang bertujuan untuk mengevaluasi capaian dan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat oleh organisasi kemahasiswaan di seluruh Indonesia.
Program yang diusung oleh HIMAKAHA FK Unhas mengangkat tema “SATOA: Smart Agriculture Technology for Optimized Animal Farming untuk Peningkatan Kesejahteraan Peternak Desa Pattiro Deceng.”
Melalui program SATOA, mahasiswa menghadirkan inovasi teknologi pertanian cerdas berbasis sensor digital untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan peternak.

Dalam visitasi tersebut, tim nasional melakukan diskusi bersama mitra utama, yaitu para peternak setempat, guna menggali dampak langsung program serta mendengarkan masukan terkait keberlanjutan kegiatan.
Usai sesi diskusi, tim melakukan peninjauan lapangan ke kandang percontohan yang telah dilengkapi dengan sensor suhu, kelembapan, dan gas amonia. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan kandang secara real-time sehingga membantu peternak menjaga kesehatan dan kenyamanan hewan ternak.
Kandang tersebut merupakan satu dari tiga kandang percontohan yang dibangun oleh tim pelaksana sebagai bentuk penerapan nyata konsep smart farming di sektor peternakan.
Selain itu, tim juga mengunjungi lahan hijauan pakan ternak hasil kolaborasi antara tim pelaksana PPK ORMAWA HIMAKAHA FK Unhas dan warga Desa Pattiro Deceng. Lahan ini dikembangkan untuk meningkatkan ketersediaan pakan ternak secara berkelanjutan dan menjadi model pertanian terpadu yang dapat direplikasi oleh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Hana Indriana, SP., M.Si, selaku Tim Visitor Nasional PPK ORMAWA, menyampaikan bahwa kegiatan visitasi ini bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program, sekaligus memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Tujuan dari visitasi nasional ini bukan hanya untuk menilai keberhasilan administratif, tetapi juga untuk memastikan bahwa semangat PPK ORMAWA hadir sebagai bentuk kolaborasi nyata antara mahasiswa dan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan di desa,” ujar Ibu Hana.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa keberhasilan program PPK ORMAWA tidak hanya diukur dari kinerja tim pelaksana, namun juga dari partisipasi dan manfaat yang dirasakan oleh mitra utama.
“Keberhasilan program PPK ORMAWA tidak hanya dilihat dari seberapa baik tim mahasiswa menjalankan kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana mitra utama, dalam hal ini para peternak, dapat merasakan perubahan nyata dan berkelanjutan. Dampak terhadap mitra utama adalah indikator penting keberhasilan program,” tambahnya.
Kegiatan visitasi ini turut dihadiri oleh Tim Visitasi Nasional PPK ORMAWA 2025, Tim Pokja PPK ORMAWA Universitas Hasanuddin, Sekretaris Kecamatan Camba, Kepala Desa Pattiro Deceng, dosen pendamping tim PPK ORMAWA HIMAKAHA FK Unhas, serta para peternak sasaran, ibu PKK, anggota ORMAWA, dan warga desa.
Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor antara mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong inovasi berbasis teknologi untuk kemajuan peternakan desa.
Program SATOA menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat. Dengan penerapan sistem pemantauan lingkungan kandang dan pengelolaan pakan hijauan yang efisien, program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak, mengurangi risiko penyakit, serta memperkuat ketahanan ekonomi peternak lokal.
Visitasi nasional ini tidak hanya menjadi ajang penilaian program, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat komitmen HIMAKAHA FK Unhas dalam mendampingi masyarakat Desa Pattiro Deceng menuju peternakan yang modern, mandiri, dan berkelanjutan.









