PELAKITA.ID – ISEW 2025 ini memang dirancang sebagai platform atau wadah untuk petukar gagasan, mendorong inovasi, membangun kemitraan dalam mendukung transisi energi yang berkelanjutan, berkeadilan, serta inklusif di Indonesia.
”Melalui ISEW 2025, kami berharap para pemangku kepentingan dapat bersama-sama mencari solusi dan memperkuat sinergi untuk mempercepat langkah menuju masa depan energi yang lebih bersih, berkeadilan, dan juga inklusif,” ucap team leader GIZ Energy Hub, Andrian Candra Putra.
Tahun ini, lanjut Adrian, ISEW2025 diselenggarakan dalam format goes to regional. ”Kami ingin membawa dialog-dialog transisi energi ini ke berbagai daerah di Indonesia dan juga menyesuaikan kepada isu dan juga topik yang relevan pada wilayah-wilayah tersebut,” jelasnya.
Adapun untuk ISEW goes to regional ini sudah dilakukan. Sebetulnya ini merupakan acara yang kedua di tahun ini. Yang pertama sudah kami lakukan di Samarinda pada tanggal 13 dan hingga 16 Oktober lalu.
Pada ISEW Goes to regional di Samarinda, mengangkat tema solusi kolaboratif untuk transisi energi yang berkeadilan.
”Jadi memang kalau di Samarinda itu berbeda dengan di Sulawesi. Di Kalimantan itu memang kan dia ee region yang sangat bergantung dengan batuara ya. Jadi di kami di acara ICU GO regional yang pertama itu lebih mengangkat tema bagaimana transisi yang harus disiapkan oleh pemerintah daerah ataupun oleh stakeholder terkait di Kalimantan saat nantinya transisi energi itu seperti apa,” tambahnya.
Menurut Adrian, tidak hanya berbicara energinya juga tapi juga berbicara persiapan ekonominya dan lain-lain seperti itu.
”Untuk ISEW Goes To Regional di Makassar ini sendiri mengangkat tema yaitu mentransformasi energi, memberdayakan masyarakat solusi lokal untuk transisi energi bersih di Sulawesi,” sebutnya.
Dikatakan Andrian, untuk mencapai berbagai target nasional terkait transisi energi dan juga net zero emission tentunya itu bukanlah hal yang sangat mudah.
”Jadi memang dalam pelaksanaannya itu diperlukan pendekatan-pendekatan yang perlu menyesuaikan dengan potensi dan juga kapasitas dari masing-masing wilayah atau daerah. Berbicara Sulawesi sendiri, kami melihat bahwa Sulawesi memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta transisi energi di Indonesia.,” sebutnya.
”Kami melihat Sulawesi memiliki potensi energi terbarukan mencapai lebih dari 40 GW yang terdiri dari tenaga surya, air, angin, dan juga panas bumi. Dengan kata lain, dengan potensi-potensi yang luar biasa ini sebetulnya Sulawesi perlu didorong untuk pemanfaatannya, implementasinya bersama-sama oleh semua pihak sehingga bisa mewujudkan dekarbonisasi di sektor kenaga listrikan ataupun di industri dan juga sektor-sektor lainnya di Sulawesi,” terangnya.
Tentunya, lanjutnya, juga dalam proses transisi energi ini diperlukan untuk mempertimbangkan misalkan laju peningkatan permintaan energi dari sektor industri.
”Kemudian apakah misalkan bisa ditingkatkan penetrasinya atau integrasi dari energi terbarukan ee kepada berbagai sektor, kemudian bagaimana ee meningkatkan kehandalan jaringan di Sulawesi dan juga tidak kalah penting bagaimana memobilisasi investasi dan pembiayaan untuk proyek-proyek energi terbarukan di Sulawesi,” jelasnya.
Sehingga, sebut Andrian, tidak lupa memastikan bahwa masyarakat luas juga terlibat dan memperoleh manfaat dari proses transisi energi di Sulawesi ini.
”Jadi pada hari pertama ini kita akan ada regional dialog yaitu hari ini dan akan terdiri dari berbagai sesi. Pada sesi pertama akan dibahas bagaimana mengoptimalisasi potensi energi terbarukan di Sulawesi serta perencanaan strategis daerah dalam mendukung target transisi energi,” sebutnya.
”Pada sesi kedua kita akan membahas mengenai inisiatif proyek energi terbarukan yang saat ini sudah dilakukan di Sulawesi. termasuk di sini akan ada paparan dari rekan kami sesama tim Jerman yaitu KFW sudah hadir,” tambahnya.
”Kita juga akan membahas mengenai peran sektor kenaga listrik ketenagelistrikan dalam transisi energi di Sulawesi termasuk tantangan dan juga faktor pendukung dari inisiatif yang telah berjalan. Pada hari kedua yaitu besok kami akan melaksanakan kampus connect di Universitas Hasanuddin dengan target utama yaitu para mahasiswa di mana kami melihat mahasiswa ini sebagai penerus generasi masa depan yang harapan kami akan menjadi pelaku utama dalam nantinya ee menjalankan proses transisi energi baik di Sulawesi ataupun di Indonesia,” paparnya.
”Hasil diskusi, temuan, dan juga solusi yang mungkin muncul dari rangkaian acara ICU GOS regional di Makassar ini akan nanti dialasi ke tingkat nasional dan dibawa kepada ee acara ISEW 2025 tahun depan yang akan dilakukan di Jakarta,” tambahnya.
”Sehingga harapan kami suara dan masukan dari daerah dapat turut membentuk arah kebijakan energi Indonesia ke depan,” lanjut dia.
Disebutkan Andrian, percepatan transisi energi tidak akan mungkin terwujud tanpa kolaborasi yang baik dari semua pihak, baik dari sektor publik, pemerintah, swasta, mitra pembangunan, lembaga finansial, akademisi, dan juga masyarakat luas.
”Sinergi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan ini menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan energi bersih untuk semua. Kami optimis bahwa ISEW Goes to Regional di Makassar akan menghasilkan diskusi yang produktif dan langkah-langkah konkret untuk menjuaju menuju kemajuan bersama,” sebutnya lagi.
Dia mengajak peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan membangun kemitraan yang membawa dampak nyata bagi masa depan energi yang berkelanjutan di Indonesia.
Redaksi









