PELAKITA.ID – Sahabat kami di Smansa 89, Tri Buana Dewi, berbagi pesan duka: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Indra Irawan Kadir, suami, ayah, dan opa tercinta, pada Minggu dini hari, 21 September 2025, dalam usia 66 tahun.”
Tri melanjutkan, saat ini jenazah masih berada di Singapura dan dalam proses pemberangkatan ke Jakarta, Indonesia. Rencana pemakaman akan menyesuaikan dengan jadwal kepulangan jenazah ke Jakarta. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal ibadahnya diterima.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Uda Indra.
Penulis mengenal Uda Indra pada sejumlah momen bersama IKA Smansa 89 Makassar. Istrinya adalah alumni Smansa 89, alumni Fakultas Hukum Unhas, Tri Buana Dewi.

Dalam penjelajahan penulis, Indra Irawan Kadir disebut sebagai sosok profesional berpengalaman di bidang perbankan dan asuransi. Kariernya dimulai di Bank Mashill, sebelum kemudian menekuni sektor asuransi dengan bergabung di Manulife Indonesia.
Fondasi akademiknya kuat: menempuh pendidikan menengah di SMA Don Bosco Padang sejak tahun 1977, kemudian melanjutkan di SMA Negeri 24 Lapangan Tembak No. 1, Jakarta Pusat, dan melanjutkan studi di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta.
Tinggal di Jakarta, ia dikenal sebagai sosok yang menggabungkan pengalaman profesional dengan wawasan akademik, membentuk pribadi yang berdedikasi dan berintegritas. Lebih dari sekadar karier, Indra adalah sahabat setia dan figur keluarga yang hangat.
Teman-temannya mengenangnya sebagai pribadi yang selalu menjaga silaturahmi. Nur Dayani, koleganya di Facebook beberapa hari lalu, menulis: “Sehat selalu bang Indra dan keluarga, dan selamat untuk ananda, semakin sukses ke depan.”
Indra sendiri sering membagikan kenangan masa kecilnya. Di media sosial, banyak catatan yang bisa dilihat, seperti: “Sahabat main waktu kecil Hafidsyah Dudung Kaliang/Tambi, tahun 1976 ke Medan naik motor … sampai saat ini masih sering jumpa … selalu jaga silaturahmi.”
Indra juga dikenal sebagai kakek atau opa yang penuh kasih, selalu hadir di momen penting cucu-cucunya. Ia menulis di media sosial:
“Alhamdulillah… Opa Irawan selalu hadir di Hari Ulang Tahun cucunya Karly. Semoga jadi anak/cucu sholehah, sehat, sukses, dan selalu dalam lindungan Allah SWT… Aamiin YRA.”

Kenangan itu tercermin berkali-kali, misalnya saat ulang tahun ke-6 Karly di Jurong Central Park, Singapura, daerah di mana beliau dikabarkan berpulang.
Indra dengan penuh perhatian hadir, menyaksikan sang cucu tumbuh dengan bahagia dan sehat. Kehadirannya selalu diiringi doa dan harapan agar keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT.
Selain perhatian terhadap keluarga, Indra juga aktif dalam kehidupan sosial dan spiritual, termasuk melalui IKA Smansa 89 Makassar.
Di laman Facebook, ia menunjukkan foto menghadiri salat berjamaah di Masjid Ar-Raudhah Bukit Batok, Singapura, menjadi contoh bagi sesama dalam menjaga ibadah.
Kehadirannya di berbagai kegiatan alumni Smansa 89, dukungan terhadap istrinya, dan perannya dalam keluarga menunjukkan keseimbangan hidup yang indah antara profesionalisme, komitmen sosial, dan kehidupan keluarga.
Bagi sahabat dan keluarganya, Indra Irawan Kadir adalah sosok hangat, setia, dan inspiratif—sahabat yang selalu hadir, opa penuh kasih, dan figur yang membangkitkan semangat persaudaraan. Kehadirannya meninggalkan kenangan mendalam dan menjadi inspirasi bagi siapa pun yang mengenal beliau.

Kepergian beliau adalah kehilangan besar, namun cerita hidupnya tetap hidup dalam hati keluarga, sahabat, dan komunitas yang mencintainya.
“Masuk aja Denun, nanti saya yang foto,” katanya pada suatu momen di Jakarta, saat kami gathering anak-anak Sosbofi.
Turut berduka untuk Uda Indra, wahai saudaraku Tri Buana Dewi, tetangga kelas di III Bio 4.
_
Denun, Tamarunang, 21 September 2025









