PELAKITA.ID – Hari Ahad di Tolitoli tak sekadar menjadi waktu istirahat bagi H. Rustan Rewa, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Tolitoli. Pria yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Dukcapil dan Kearsipan Tolitoli ini justru mengisinya dengan berbagai kegiatan inspiratif yang dekat dengan masyarakat.
Berbagi di Pasar Pangan Murah
Melalui media online Pelakita.ID, Rustan menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas dan Tim Ketahanan Pangan Kabupaten Tolitoli atas terselenggaranya kegiatan pangan murah.
Baginya, program ini tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga membuka ruang berbagi.
“Kami bisa berbagi dari kegiatan pangan murah, khususnya kepada kakek dan nenek kita. Atas nama IKA Unhas Tolitoli, saya mengucapkan terima kasih karena telah menjadi bagian dari kegiatan yang luar biasa ini,” ujar Rustan penuh syukur.
Ia berharap kegiatan semacam ini membawa berkah bagi semua pihak. Tak hanya sebagai ajang transaksi pangan murah, kegiatan tersebut juga menjadi wadah solidaritas sosial, terutama bagi warga yang rentan.
Menyapa Juragan Ikan Tolitoli
Di sela aktivitasnya pada 7 September 2025 itu, pria asal Jeneponto Sulsel ini menyempatkan diri menyapa Haji Hardi, seorang pengusaha ikan dan kuliner di Kota Tolitoli.

Hardi bercerita bahwa selama ini ikan-ikan berkualitas ekspor dari Tolitoli banyak dikirim ke Makassar. “Makassar punya nama, meski ikannya dari Tolitoli,” ucap Rustan sambil tertawa.
Menurutnya, kerjasama ekonomi antara Tolitoli dan Sulawesi Selatan telah berlangsung lama. Benih padi dari Sidrap, benur dan bibit ikan dari Sulsel, menjadi contoh nyata aliran sumber daya yang mempererat kedua wilayah.

Potensi Besar Kota Cengkeh
Rustan menegaskan, secara potensi sumber daya alam, Tolitoli sejajar dengan Makassar. Sama-sama berada di pesisir, keduanya memiliki akses terbuka untuk investasi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga kelautan dan perikanan.
“Alhamdulillah, inilah nikmat Kota Cengkeh, negeri penuh berkah di bawah kepemimpinan Bupati Hi. Amran Hi. Yahya dan Wakil Bupati Esar Bantilan,” kata Rustan.

Menurutnya, peluang ini bisa lebih ditingkatkan melalui kerjasama antarprovinsi dan antarkabupaten/kota, terutama di kawasan segitiga Sulbar, Sulteng, dan Sulsel sebagai simpul perdagangan strategis Timur-Barat Indonesia.
Tak berhenti di pasar pangan murah, Rustan juga mengambil peran sebagai jembatan bagi penyaluran bantuan kepada warga rentan.
“Pasar pangan murah ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya menutup rangkaian kegiatannya hari itu.
Redaksi









