Rektor Unhas: Pertumbuhan Ekonomi Tidak Akan Tercapai Tanpa Kestabilan Politik dan Keamanan

  • Whatsapp
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (dok: Humas Unhas)

Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika kita mampu menggabungkan tiga kekuatan utama: infrastruktur memadai, SDM berkualitas yang menguasai sains dan teknologi, serta kepemimpinan transformasional yang menjaga stabilitas politik dan arah pembangunan.

Pidato Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa pada pengukuhan tiga guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, 19 Agustus 2025

PELAKITA.ID – Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Pada pengukuhan tiga guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas awal pekan ini, Prof JJ menegaskan bahwa tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang nyata.

Menurutnya, desa—terutama wilayah pesisir—memiliki peran penting sebagai basis pertumbuhan. Namun, keterbatasan akses terhadap infrastruktur, air, energi, perbankan, hingga jalan masih menjadi penghambat utama.

”Karena itu, dana desa harus benar-benar diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar agar mampu mendorong produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Prof. JJ juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi.

Ia mencontohkan lemahnya produktivitas Indonesia dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam, yang mampu menghasilkan output lebih tinggi dengan input yang sama.

Hal ini, menurutnya, terkait erat dengan lemahnya penguasaan sains, teknologi, dan inovasi. Untuk itu, ia menekankan perlunya kepemimpinan yang kuat dan transformasional agar potensi SDM Indonesia dapat dimaksimalkan.

Lebih jauh, Prof JJ mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari stabilitas politik.

Politik, katanya, seharusnya menghadirkan kemaslahatan, bukan justru mengorbankan kepentingan ekonomi dan sosial.

“Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika kita mampu menggabungkan tiga kekuatan utama: infrastruktur memadai, SDM berkualitas yang menguasai sains dan teknologi, serta kepemimpinan transformasional yang menjaga stabilitas politik dan arah pembangunan,” tegasnya.

Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa lemahnya inovasi di Indonesia menjadi salah satu faktor rendahnya produktivitas nasional. Kembali, ia membandingkan dengan Vietnam yang mampu mencapai produktivitas 1,5 kali lebih tinggi pada sektor tertentu dengan input yang sama.

Menurutnya, cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi harus dijadikan tolok ukur, termasuk di Sulawesi Selatan, melalui kerja interdisipliner yang melibatkan berbagai bidang ilmu.

”Pertumbuhan ekonomi tidak akan tercapai tanpa kestabilan politik dan keamanan,” ucapnya sekali lagi.

”Para ekonom dan akademisi perlu bekerja sama lintas disiplin untuk mengawal kebijakan, memperkuat kepemimpinan transformasional, dan memastikan bahwa pembangunan berjalan searah dengan tujuan kesejahteraan dan keadilan,” kuncinya.