PELAKITA.ID – Mahasiswa KKN-PK Angkatan 67 Universitas Hasanuddin menggelar program skrining tekanan darah dan gula darah pada 2–5 Agustus 2025 di Desa Kayuloe Barat, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko hipertensi dan hiperglikemia melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan.
Kegiatan yang bertajuk “Peningkatan Kewaspadaan dan Deteksi Dini Hipertensi dan Hiperglikemia” ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung gerakan hidup sehat di tingkat desa. Program dilaksanakan bersama tenaga kesehatan dan kader posyandu, di bawah bimbingan dr. Ilhamuddin, M.Si., M.Kes., Ph.D., Sp.K.J.
Tim KKN-PK 67 Unhas Desa Kayuloe Barat beranggotakan mahasiswa dari berbagai bidang kesehatan: farmasi, keperawatan, fisioterapi, kesehatan masyarakat, kedokteran umum, kedokteran gigi, hingga kedokteran hewan. Kehadiran mereka menunjukkan kolaborasi lintas disiplin yang kuat dalam upaya promotif dan preventif.
Skrining dilakukan bersama kader posyandu di lima dusun: Batu Tarang, Pabentengan, Bontoa, Sampeang, dan Jene’tallasa. Warga melalui alur registrasi, pemeriksaan tekanan darah, tes gula darah dengan alat dari Puskesmas, pencatatan hasil, hingga konsultasi singkat.
Mereka yang terdeteksi berisiko langsung mendapat edukasi serta diarahkan melakukan tindak lanjut mandiri atau ke fasilitas kesehatan.
Antusiasme Warga
Respon masyarakat sangat positif. Ibu Rosdiana, salah satu peserta, menuturkan, “Kegiatan seperti ini sangat membantu. Saya jadi tahu kalau tekanan darah saya tinggi, dan sadar pentingnya menjaga pola makan dan istirahat. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan agar masyarakat lebih peduli kesehatan.”
Apresiasi juga datang dari pihak Puskesmas dan aparat desa yang mendorong agar pemeriksaan rutin bisa digabung dengan kegiatan posyandu. Cara ini dinilai efektif untuk memperluas jangkauan sekaligus memperkuat peran mahasiswa KKN dan kader posyandu.
Program ini selaras dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs):
-
SDG 3 (Good Health and Well-Being): mendorong kesadaran masyarakat terhadap penyakit tidak menular.
-
SDG 11 (Sustainable Cities and Communities): membuka akses layanan kesehatan berbasis komunitas.
-
SDG 17 (Partnerships for the Goals): memperkuat sinergi mahasiswa, kader, aparat desa, dan Puskesmas.
Menumbuhkan Kesadaran Baru
Melalui program ini, masyarakat Desa Kayuloe Barat tidak hanya mendapat layanan kesehatan, tetapi juga pemahaman tentang pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat. Harapannya, kesadaran ini tumbuh menjadi kebiasaan positif yang menjadikan desa lebih tanggap terhadap isu kesehatan.









