Pemda Tolitoli Gelar Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Bedah Rumah dan Tim Tanggap Insiden SIBER

  • Whatsapp
Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Program Bedah 3 Juta Rumah dan Rapat Percepatan Pembentukan Tim Tanggap Insiden SIBER lingkup Pemda Tolitoli. (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – Tolitoli — Suasana hangat namun penuh keseriusan terasa dalam Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Program Bedah 3 Juta Rumah dan Rapat Percepatan Pembentukan Tim Tanggap Insiden SIBER lingkup Pemda Tolitoli.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemda Tolitoli H. Rustan Rewa yang hadir dalam pertemuan itu membagikan sejumlah informasi penting kepada Pelakita.ID, 11 Agustus 2025.

Rustan menyampaikan bahwa rapat ini tidak hanya fokus pada isu inflasi dan kesiapan infrastruktur, tetapi juga menjadi momentum untuk memotret kondisi pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi maupun nasional. Ia membawa kabar baik yang memantik optimisme seluruh peserta rapat.

“Kita patut bersyukur, pertumbuhan ekonomi di tiga provinsi, termasuk Sulawesi Tengah, menunjukkan tren positif. Untuk Sulawesi Tengah sendiri, pertumbuhan mencapai 12 persen. Ini adalah angin segar bagi daerah dan harus kita manfaatkan,” ujarnya.

Tiga provinsi yang disebut menunjukkan kinerja ekonomi menggembirakan adalah Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Kepulauan Riau.

Pertumbuhan signifikan ini dinilai sebagai bukti bahwa kebijakan pengendalian inflasi, penguatan sektor produktif, dan investasi infrastruktur mulai membuahkan hasil.

Dalam sesi TPID, dibahas langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama menjelang periode rawan inflasi akibat perubahan musim dan momen hari besar keagamaan.

Pemda Tolitoli menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta optimalisasi distribusi komoditas agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Program Bedah 3 Juta Rumah

Agenda berikutnya membahas percepatan Program Bedah 3 Juta Rumah, yang diharapkan mampu mengurangi backlog perumahan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Selain dampak sosial, program ini diyakini memberi multiplier effect pada perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja dan permintaan bahan bangunan.

Rapat juga membahas percepatan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber di lingkungan Pemda.

Tim ini akan berperan dalam melindungi data dan sistem pemerintahan dari potensi ancaman digital yang kian kompleks, memastikan keamanan informasi publik, dan menjaga keberlanjutan layanan pemerintah berbasis elektronik.

H. Rustan Rewa menyempaikan pesan optimistis. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang menembus 12 persen menjadi sinyal bahwa sinergi kebijakan daerah dan pusat dapat menghasilkan capaian luar biasa.

“Alhamdulillah, ini momentum yang harus kita jaga. Kita akan terus bekerja sama, memastikan program strategis berjalan efektif, dan menjaga agar pertumbuhan ekonomi ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Redaksi