Edukasi Stunting dan Peran Posyandu: Mahasiswa KKN-T Unhas 114 Tingkatkan Kesadaran Ibu Baduta di Desa Palakka, Bone

  • Whatsapp
Edukasi Stunting dan Peran Posyandu: Mahasiswa KKN-T Unhas 114 Tingkatkan Kesadaran Ibu Baduta di Desa Palakka, Bone

PELAKITA.ID – Desa Palakka, 1 Juli 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan kader desa menggelar kegiatan penyuluhan mengenai stunting dan pentingnya kehadiran anak di Posyandu.

Kegiatan ini berlangsung di Desa Palakka, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, sebagai tindak lanjut dari hasil observasi Puskesmas dan masukan Kepala Desa yang mengungkap masih rendahnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.

Penyuluhan dilakukan dengan dua metode, yakni secara langsung di Posyandu dan melalui kunjungan dari rumah ke rumah (door to door) kepada para ibu yang memiliki anak di bawah usia dua tahun (baduta).

Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, penyebab, dampak jangka panjang, langkah-langkah pencegahan, serta peran sentral Posyandu dalam memantau tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini juga turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia, khususnya anak-anak.

Sebagai bentuk penyebaran informasi berkelanjutan, para ibu baduta menerima kalender edukatif yang memuat pesan-pesan kesehatan terkait stunting.

Pemilihan kalender sebagai media komunikasi dilakukan karena sifatnya yang tahan lama dan dapat diakses setiap hari sepanjang tahun, sehingga efektif dalam menyampaikan pesan jangka panjang.

Kepala Puskesmas Desa Palakka menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa KKN-T ini. Ia menegaskan pentingnya Posyandu bukan hanya sebagai tempat penimbangan berat badan anak, tetapi juga sebagai pusat informasi dan layanan pemantauan kesehatan yang esensial dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung optimal.

“Posyandu bukan sekadar tempat menimbang anak, tetapi pusat informasi dan pemantauan kesehatan,” ujarnya.

Selvi Angreani, mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat yang menjadi penanggung jawab kegiatan, mengungkapkan bahwa program ini merupakan kesempatan berharga untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat.

“Minimnya pemahaman ibu baduta mengenai stunting dan pentingnya Posyandu mendorong kami untuk melakukan penyuluhan secara langsung dan mendatangi rumah-rumah bersama kader,” jelasnya.

Salah satu kader desa juga menyampaikan bahwa kegiatan ini disambut antusias oleh para ibu dan memberikan dampak positif berupa peningkatan pemahaman mereka tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Diharapkan, kesadaran yang terbangun dari kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi fondasi bagi terwujudnya generasi yang sehat dan kuat di Desa Palakka.