Aku dan Emosiku: Edukasi Emosi Dasar dan Regulasi Emosi di SD Inpres Lanraki 2

  • Whatsapp
Pada tgl 07 Agustus saya telah menyelesaikan pelaksanaan program kerja individu yaitu "Aku dan Emosiku: Edukasi Pengenalan Emosi Dasar dan Regulasi Emosi pada Siswa kelas 5 di UPT SPF SD Inpres Lanraki 2"

PELAKITA.ID – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.

Pada periode KKN Prestasi Gelombang 114 Universitas Hasanuddin di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, salah satu program kerja individu yang diusung oleh Salwa Aisyah Marzuqah berjudul: “Aku dan Emosiku: Edukasi Pengenalan Emosi Dasar dan Regulasi Emosi pada Siswa Kelas 5 di UPT SPF SD Inpres Lanraki 2”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 7 Agustus 2025 di ruang kelas 5 UPT SPF SD Inpres Lanraki 2.

Program ini lahir dari kesadaran akan pentingnya kemampuan anak dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi sejak dini.

Pada usia sekolah dasar, anak mengalami perkembangan kognitif, sosial, dan emosional yang sangat pesat. Tanpa keterampilan emosional yang memadai, siswa berpotensi mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, berkonsentrasi di kelas, maupun menghadapi konflik dengan teman sebaya.

Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan jenis-jenis emosi serta mendorong kemampuan anak dalam mengelola perasaan dengan cara yang sehat dan tepat.

Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa mengenai emosi dasar dan regulasi emosi.

Setelah itu, mahasiswa KKN menyampaikan materi melalui ceramah interaktif mengenai pengenalan emosi, jenis-jenis emosi, dan strategi pengelolaan emosi. Selanjutnya, siswa dibagi menjadi enam kelompok untuk mengikuti permainan cerdas cermat, yang berfungsi sebagai penguatan materi secara praktis dan menyenangkan.

Pada akhir sesi, dilakukan refleksi dengan meminta siswa menuliskan hal-hal yang mereka pelajari serta perasaan mereka setelah mengikuti kegiatan pada sticky notes, yang kemudian ditempelkan di papan refleksi.

Kegiatan ditutup dengan post-test, pemberian hadiah kepada kelompok dengan perolehan poin tertinggi, serta pembagian reward untuk seluruh siswa sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam mengenali dan menyebutkan emosi secara lebih tepat.

Perbandingan hasil pre-test dan post-test mengungkapkan bahwa siswa kini memahami bahwa emosi tidak hanya sebatas marah, tetapi memiliki ragam bentuk serta ekspresi yang berbeda. Selain itu, mereka juga mulai mengenal berbagai strategi regulasi emosi yang sesuai dengan pengalaman dan kondisi yang mereka alami.

Melalui program ini, KKN tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam mengenali dan mengelola emosi.

Upaya ini diharapkan menjadi fondasi bagi perkembangan sosial dan emosional anak, sehingga mereka mampu bersikap lebih dewasa, empatik, dan adaptif dalam kehidupan sehari-hari.

___
Penulis: Salwa Aisyah, mahasiswa Universitas Hasanuddin yang telah melakukan KKN di Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.