Mahasiswa KKN 114 Tematik Literasi Desa Bangkalaloe Gelar Program “Menulis Cerita Berbasis Buku Bacaan” di Dua Sekolah di Kecamatan Bontoramba
PELAKITA.ID – Bontoramba, Jeneponto – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 114 Tematik Literasi Universitas Hasanuddin yang bertugas di Desa Bangkalaloe, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, melaksanakan program unggulan bertajuk “Menulis Cerita Berbasis Buku Bacaan” di dua satuan pendidikan tingkat menengah pertama.
Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan minat literasi dan pengembangan keterampilan menulis kreatif pada remaja, dengan pendekatan berbasis bacaan yang telah disediakan melalui bantuan literasi desa.
Rangkaian Pelaksanaan
📍 MTs Muhammadiyah Pokobulo
🗓️ 23–28 Juli 2025
📍 UPT SMP Negeri 1 Bontoramba
🗓️ 24–29 Juli 2025
Selama pelaksanaan, siswa dibimbing secara bertahap dalam:
-
Memahami isi buku bacaan
-
Mengidentifikasi unsur-unsur cerita (tokoh, alur, latar, tema, dll.)
-
Menulis cerita pendek sebagai hasil interpretasi dan imajinasi mereka
Tujuan Program
Koordinator Desa KKN 114 menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk “Menumbuhkan kebiasaan membaca yang produktif dan menyenangkan, sekaligus melatih daya pikir kritis dan kemampuan menulis siswa. Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal munculnya penulis-penulis muda di Desa Bangkalaloe.”
Latar Belakang Program
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian KKN Tematik Literasi yang diinisiasi oleh Perpustakaan Nasional RI, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini juga mendukung pemanfaatan lebih optimal atas 1.000 judul buku bermutu yang telah disalurkan ke desa-desa melalui program bantuan literasi nasional.
Hasil dan Rencana Tindak Lanjut
Antusiasme siswa tercermin dari banyaknya karya cerita yang dihasilkan dengan beragam tema, gaya penulisan, dan kreativitas. Karya-karya terbaik akan dipamerkan dalam acara Apresiasi Literasi Tingkat Desa, sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan potensi mereka.
Melalui program ini, mahasiswa KKN 114 Tematik Literasi tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan budaya literasi di tingkat desa, tetapi juga menciptakan ruang ekspresi dan pembelajaran yang bermakna bagi generasi muda di daerah.









