Oleh: Filza Shabrina Irawan
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin
PELAKITA.ID – Senyum tulus anak-anak sering kali mencerminkan kondisi kesehatan mereka, terutama kesehatan gigi dan mulut. Namun, masih banyak anak usia sekolah dasar yang belum menyadari pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak dini.
Inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan penyuluhan “Gigi Berseri, Senyum Percaya Diri” oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 67 Universitas Hasanuddin di Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Kamis, 17 Juli 2025 di SDN 4 Arungkeke dan Jumat, 18 Juli 2025 di SDN 8 Arungkeke.
Sasaran utamanya adalah siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 3 SD, kelompok usia yang dinilai paling tepat untuk mulai menanamkan kebiasaan hidup sehat, termasuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Materi yang disampaikan meliputi fungsi gigi, penyebab umum kerusakan gigi, pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, serta teknik menyikat gigi yang benar.
Berbeda dari penyuluhan konvensional, kegiatan ini mengusung pendekatan interaktif dan menyenangkan. Edukasi disampaikan melalui presentasi visual, demonstrasi menggunakan model gigi, dan berbagai permainan edukatif yang menarik.
Pendekatan ini dirancang agar anak-anak tak hanya memahami materi, tetapi juga menikmati proses belajar, sehingga informasi yang diterima lebih mudah diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar mencegah gigi berlubang, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kesehatan gigi dalam membentuk rasa percaya diri anak dalam berinteraksi sosial. Senyum yang bersih dan sehat tidak hanya mencerminkan kebersihan mulut, tetapi juga menjadi simbol perhatian terhadap diri sendiri—sebuah kebiasaan positif yang diharapkan tertanam sejak dini dan bertahan seumur hidup.
Untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan, para siswa mengikuti pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman mereka setelah penyuluhan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, menjadi bukti bahwa metode penyampaian yang digunakan efektif dan berdaya guna.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa berharap agar kebiasaan menyikat gigi yang benar dapat menjadi bagian dari rutinitas harian anak-anak di Desa Bulo-Bulo. Sebab dari gigi yang sehat, akan lahir senyum percaya diri yang menyinari masa depan mereka.









