PELAKITA.ID – Jeneponto, 18 Juli 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin yang bertugas di Posko Desa Palajau melaksanakan kegiatan edukasi dan praktik langsung mencuci tangan 6 langkah di SDN 11 Arungkeke dan SDN 3 Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah dasar.
Program ini berlangsung selama dua hari. Pada 17 Juli 2025, kegiatan digelar di SDN 3 Arungkeke pukul 08.30–11.00 WITA dan diikuti oleh 35 siswa kelas IV dan V.
Keesokan harinya, 18 Juli 2025, kegiatan berlanjut di SDN 11 Arungkeke dengan melibatkan 27 siswa kelas IV. Program ini diprakarsai oleh Elisabet Novia Ulianti Hasugian, mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan, dengan dukungan rekan-rekan Mahasiswa KKN-PK Unhas Angkatan 67.
Metode edukasi yang digunakan mencakup presentasi PowerPoint, video animasi, ceramah interaktif, serta sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan meliputi pengertian dan pentingnya mencuci tangan, manfaatnya bagi kesehatan, serta praktik 6 langkah mencuci tangan yang benar.
Untuk mengukur pemahaman siswa, dilakukan evaluasi melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Selain itu, siswa juga mengikuti praktik langsung mencuci tangan menggunakan sabun sesuai prosedur yang diajarkan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh data Puskesmas Arungkeke yang menunjukkan bahwa diare merupakan salah satu kasus tertinggi di Desa Palajau.
Oleh karena itu, membiasakan perilaku mencuci tangan yang benar menjadi langkah penting dalam mencegah penyakit menular seperti diare dan cacingan, terutama di kalangan anak-anak sekolah dasar yang rentan terhadap infeksi.
Program edukasi ini juga mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya:
-
SDG 3 (Good Health and Well-being): menurunkan angka penyakit berbasis sanitasi.
-
SDG 4 (Quality Education): meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan sebagai bagian dari proses belajar menyeluruh.
-
SDG 6 (Clean Water and Sanitation): menanamkan budaya hidup bersih dan sehat sejak dini.
-
SDG 17 (Partnerships for the Goals): menguatkan kolaborasi multipihak antara mahasiswa, sekolah, dan tenaga kesehatan.
Penanggung jawab kegiatan, Elisabet Novia Ulianti Hasugian, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini, serta membentuk pola perilaku yang positif dan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga kebersihan diri melalui praktik mencuci tangan.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap pentingnya mencuci tangan dengan benar.
Antusiasme siswa juga tercermin dari kesediaan mereka menjadikan kebiasaan mencuci tangan sebagai bagian dari rutinitas harian. Diharapkan, program ini menjadi langkah awal menuju terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat dan berkelanjutan di Desa Palajau.
Penulis Elizabet Novia Ulianti









