Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Triwulan II-2025: Stabil, Tapi Belum Merata

  • Whatsapp
Peoduksi jagung di Desa Nuha, Kecamatan Nuha, Lutim (dok: Pelakita.ID)

Wilayah seperti Maluku dan Papua serta Bali dan Nusa Tenggara hanya menyumbang sekitar 2–3% terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan di bawah 4%.

PELAKITA.ID – Jakarta, 5 Agustus 2025 – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk Triwulan II-2025. Dalam rilis resminya, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,12% (year-on-year), menunjukkan tren stabil selama dua tahun terakhir.

Secara nominal, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat mencapai Rp5.947,0 triliun, dengan pertumbuhan 4,04% secara kuartalan (q-to-q) dan 4,99% secara kumulatif (c-to-c).

Namun di balik angka-angka yang tampak menjanjikan ini, terdapat dinamika menarik yang perlu dicermati secara lebih dalam.

Sumber: Leigh McKiernon

Kontribusi Sektor Produksi: Industri dan Jasa Masih Dominan

Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan kembali menjadi salah satu motor utama pertumbuhan, tumbuh sebesar 5,68%, diikuti oleh sektor perdagangan (5,37%) dan sektor “lainnya” (6,47%) yang mencakup berbagai layanan.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya tumbuh sebesar 1,65%, mencerminkan tantangan yang masih dihadapi sektor primer.

Pengeluaran: Ekspor dan Konsumsi Non-Profit Melonjak

Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa melonjak tajam hingga 10,67%, menjadi penopang utama pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, konsumsi lembaga non-profit (LNPRT) juga tumbuh tinggi sebesar 7,82%. Sebaliknya, konsumsi pemerintah justru mengalami kontraksi sebesar -0,33%, menandai penurunan belanja negara yang patut diwaspadai di tengah kebutuhan stimulus ekonomi.

Ketimpangan Regional Masih Kuat: Jawa Mendominasi

Dari sisi wilayah, Pulau Jawa masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional, menyumbang 56,94% terhadap total PDB dengan pertumbuhan sebesar 5,24%. Namun ketimpangan regional masih terlihat jelas.

Wilayah seperti Maluku dan Papua serta Bali dan Nusa Tenggara hanya menyumbang sekitar 2–3% terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan di bawah 4%.

Wilayah yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah Sulawesi (5,83%), sementara Sumatera dan Kalimantan tumbuh di bawah rata-rata nasional (masing-masing 4,96% dan 4,95%).

Tantangan dan Peluang ke Depan

Meski pertumbuhan ekonomi terlihat stabil, sejumlah tantangan masih mengintai. Ketergantungan pada Pulau Jawa, kontraksi konsumsi pemerintah, serta lemahnya pertumbuhan di sektor pertanian dan wilayah timur Indonesia perlu menjadi perhatian serius.

Selain itu, meskipun ekspor tumbuh tinggi, ketergantungan pada pasar global yang tidak menentu dapat membawa risiko ke depan.

Keberlanjutan pertumbuhan akan sangat bergantung pada strategi diversifikasi ekonomi, pemerataan pembangunan antarwilayah, dan penguatan daya beli masyarakat melalui kebijakan yang inklusif dan adaptif.

Kesimpulan

Indonesia berhasil mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global, tetapi pemerataan dan penguatan sektor-sektor domestik masih menjadi pekerjaan rumah utama. Apakah momentum ini cukup kuat untuk membawa Indonesia menuju pertumbuhan jangka panjang yang berkeadilan? Waktu yang akan menjawab.