Lestarikan Warisan Lokal, KKN-T Unhas Angkat Potensi dan Sejarah Desa Malimbu

  • Whatsapp
Pelestarian Warisan Lokal: KKN-T Unhas Angkat Potensi dan Sejarah Desa Malimbu

PELAKITA.ID – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 114 melaksanakan program “Pembuatan Artikel dan Infografis Potensi serta Sejarah Desa Malimbu” di Desa Malimbu, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Selasa (29/7).

Program ini diinisiasi oleh Rahmadani, mahasiswa KKN-T Unhas yang bertugas di desa tersebut.

Kegiatan ini bertujuan menggali, melestarikan, dan mendokumentasikan potensi budaya serta sejarah lokal Desa Malimbu yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat luas.

Desa Malimbu terdiri atas beberapa dusun, seperti Mangkaluku, Utara, Malimbu, Pongo, dan Mamea—masing-masing dengan karakter dan kekayaan lokal yang unik.

Dusun Mangkaluku menjadi salah satu pusat perhatian karena memiliki tradisi dan sejarah yang kuat.

Berdasarkan observasi dan diskusi dengan warga serta tokoh adat, diketahui bahwa masyarakat masih mempertahankan berbagai tradisi, termasuk cerita rakyat dan peninggalan bersejarah seperti tarian adat Makkuranjeng, Sura, Batu Lakumba, dan Batu Tanduk.

“Program ini tidak hanya melakukan observasi dan wawancara, tetapi juga menghasilkan artikel dan infografis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Desa Malimbu secara visual dan naratif,” ujar Rahmadani.

Dikatakan, hasil dokumentasi ini diharapkan menjadi jejak tertulis dan visual bagi budaya lokal yang selama ini hidup secara lisan, sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

Sekretaris Desa Malimbu, Tony Irawan Saputra, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T Unhas.

“Anak-anak muda di desa ini perlu mengetahui sejarah dan potensi kampung halamannya. Dokumentasi seperti ini membantu mereka lebih menghargai warisan budaya yang ada dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa,” ujarnya.

Program ini menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam membangun desa melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Inisiatif ini menjadi contoh bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mendengar cerita rakyat, mencatat sejarah lisan, dan membagikannya kepada publik secara kreatif.

Penulis: Rahmadani