PELAKITA.ID – Peningkatan budaya literasi di sekolah dasar merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Menyadari pentingnya hal tersebut, mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Hasanuddin angkatan 114 menginisiasi program “Cerdas Mengulas Buku” di tiga SD Desa Manuju, Kecamatan Manuju.
Program ini menjadi upaya konkret untuk membina kemampuan membaca pemahaman, berpikir analitis, serta keterampilan menyampaikan pendapat secara tertulis dan lisan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajak membaca secara aktif, tetapi juga dilatih berpikir kritis, menyusun pendapat dalam tulisan, dan mempresentasikan ide di depan teman-temannya.
Kegiatan ini dilaksanakan di SD Inpres Tamalatea, SD Inpres Pannyikokang, dan SD Inpres Passuakkang dengan dukungan penuh kepala desa, kepala sekolah, guru, dan masyarakat setempat.
Kepala SD Inpres Tamalatea, Ibu Pattola, S.Pd, menyebut kegiatan ini memberi semangat baru bagi program literasi di sekolah.
Kepala SD Inpres Pannyikokang, Bapak Kaparuddin, S.Pd., M.Pd., menilai kolaborasi mahasiswa dan sekolah menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.
Sementara Kepala SD Inpres Passuakkang, Hj. St. Salmah, S.Pd, berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN yang membuat siswa lebih bersemangat dan aktif.
“Program dilaksanakan bergiliran di tiga sekolah selama tiga hari, 30–31 Juli dan 2 Agustus 2025, dengan dua sesi setiap harinya: sesi mengulas buku dan sesi apresiasi siswa. Setiap sekolah dilengkapi sarana presentasi sederhana dan pojok baca untuk mendukung kegiatan literasi.
Tujuan utama program ini adalah menumbuhkan minat baca dan keterampilan literasi siswa, terutama di daerah yang akses bahan bacaan dan kegiatan literasinya masih terbatas.
Program ini selaras dengan visi pendidikan nasional untuk membentuk generasi muda yang literat, kritis, kreatif, dan berkarakter.
Melalui “Cerdas Mengulas Buku”, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator sekaligus penggerak literasi di sekolah dasar.
Dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan, siswa menjadi lebih percaya diri, aktif, dan terbuka dalam menyampaikan gagasan. Penutupan kegiatan dilakukan secara sederhana dengan pemberian penghargaan bagi siswa dengan ulasan terbaik.
Diharapkan semangat literasi yang tumbuh di sekolah dapat menjalar ke rumah dan masyarakat. Program ini membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa dapat menjadi jembatan perubahan yang bermakna dalam membentuk generasi pembaca yang kritis dan kreatif sejak dini.
Penulis: Aqil Salam









