PELAKITA.ID – Pada Kamis, 24 Juli 2025, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) angkatan 67 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan skrining risiko jatuh dan edukasi pencegahan jatuh bagi lansia di Desa Batu Karaeng, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi tingkat risiko jatuh pada lansia sekaligus memberikan edukasi preventif agar kejadian jatuh dapat diminimalkan.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan yang sistematis dan terintegrasi.
Skrining dilakukan dengan pemeriksaan keseimbangan, kekuatan otot, serta identifikasi faktor risiko lingkungan dan kesehatan yang dapat memicu jatuh. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman lansia, keluarga, dan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan jatuh, teknik latihan fisik yang tepat, serta modifikasi lingkungan rumah agar lebih aman dan nyaman.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK 67 tidak hanya bertindak sebagai agen perubahan, tetapi juga fasilitator yang mendorong masyarakat ikut aktif menjaga kesehatan lansia secara mandiri.
Diharapkan program ini dapat menekan angka kejadian jatuh—salah satu penyebab utama kecacatan dan gangguan kesehatan pada lansia—serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan lansia secara berkelanjutan.
Selain berfokus pada kesehatan fisik, kegiatan ini juga membantu memperkuat hubungan sosial, memberdayakan komunitas, dan memupuk rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kesejahteraan lansia di lingkungan desa.
Sebanyak 21 lansia hadir sebagai peserta, didampingi oleh keluarga mereka dan perangkat desa yang memberikan dukungan penuh. Kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi.
Rangkaian acara meliputi skrining risiko jatuh menggunakan metode Timed Up and Go Test (TUGT), pengisian formulir skrining, serta penyuluhan mengenai cara mencegah jatuh. Materi penyuluhan mencakup faktor risiko seperti gangguan keseimbangan, menopause, kondisi lingkungan rumah, dan riwayat jatuh sebelumnya.
Mahasiswa juga mendemonstrasikan latihan fisik ringan yang dapat dilakukan lansia secara mandiri untuk memperkuat otot dan meningkatkan keseimbangan.
Salah satu peserta lansia mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat baginya dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan agar para lansia tetap sehat dan mandiri.
___
Penulis Asmira Dwi Putri
Mahasiswa Program Studi Fisioterapi
Universitas HasanuddiN









