PELAKITA.ID – Jeneponto, 1 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 67 yang ditempatkan di Kelurahan Bulujaya menggelar program edukasi pencegahan pernikahan dini melalui penyuluhan kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan bimbingan remaja usia sekolah.
Kegiatan ini berlangsung di SMKN 5 Jeneponto, Kelurahan Bulujaya, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, pada Jumat (1/8).
Program ini selaras dengan salah satu fokus utama KKN Unhas, yaitu pencegahan stunting. Hasil wawancara dengan tenaga kesehatan dan aparat setempat menunjukkan bahwa tingginya angka pernikahan dini menjadi salah satu faktor penyebab prevalensi stunting di Kelurahan Bulujaya.
“Kami melihat langsung bagaimana pernikahan dini menjadi akar masalah bagi banyak tantangan kesehatan dan sosial di Bulujaya, termasuk stunting,” ujar Muhammad Raynaldi Tamsyir, Koordinator Mahasiswa KKN-PK Unhas Kelurahan Bulujaya.
“Melalui edukasi interaktif ini, kami berharap para remaja dapat membuat keputusan yang lebih bijak demi masa depan mereka dan kesehatan generasi mendatang,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 90 siswa dan mendapat apresiasi dari Kepala SMKN 5 Jeneponto, Saleh. “Kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi siswa kami yang rentan terhadap pernikahan dini,” ungkapnya.
“Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi mahasiswa Unhas dan KUA yang telah memberikan wawasan berharga bagi siswa kami.”
Edukasi dilakukan dengan melibatkan KUA Kecamatan Bangkala Barat yang memberikan bimbingan bagi remaja usia sekolah.
Materi yang disampaikan mencakup kesehatan reproduksi, risiko kehamilan usia muda, pentingnya pendidikan, serta dampak pernikahan dini terhadap kesehatan mental. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif dan studi kasus untuk memperkuat pemahaman peserta.
Mahasiswa KKN-PK Unhas berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan pernikahan dini dan stunting di wilayah ini serta berharap dapat menjalin kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak guna membangun generasi muda yang lebih sehat, berdaya, dan siap menghadapi masa depan.
Penulis: Nabila, Mahasiswa Prodi Kesmas dari Departemen Promosi Kesehatan









