PELAKITA.ID – Di Desa Langkea Raya, Kecamatan Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Koperasi Merah Putih (KMP) telah memulai kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Mekanismenya cukup sederhana, yaitu koperasi membeli beras dari Bulog dengan harga tertentu, kemudian menjualnya kepada masyarakat dengan harga terjangkau. Modal awal diperoleh dari iuran anggota sebesar Rp50.000 sebagai simpanan pokok,” kata Yusuf, ketua Kopdes Merah Putih Langkea Raya, Jumat, 1 Agustus 2025.
“Sebagian modal juga berasal dari masyarakat yang menanamkan modalnya di koperasi,” imbuhnya.
Kata Yusuf, dalam satu kali distribusi, koperasi mampu menyalurkan sekitar dua ton beras.
“Hingga saat ini, kami telah melakukan tiga kali distribusi dengan total enam ton beras. Sistem ini memungkinkan koperasi berjalan meskipun belum ada dana dari pusat, karena dukungan penuh dari anggota dan mitra masyarakat,” jelas Yusuf.
Sementara itu, Kepala Desa Langkea Raya, Marianus Rombe Bunga, menjelaskan bahwa keberhasilan ini berawal dari inisiatif lokal untuk bermitra dengan Bulog.
“Pembayaran dilakukan saat penjemputan barang, sehingga tidak diperlukan uang muka yang besar di awal,” sebutnya.
Langkah ini membuka peluang bagi koperasi desa untuk memperluas usaha ke sektor lain seperti minyak goreng, pupuk pertanian, kopi, kakao, dan merica.
Menurut Marianus, sejak diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Langkea Raya, inisiatif Koperasi Merah Putih mulai menunjukkan hasil nyata.
Dengan adanya model usaha berbasis partisipasi anggota dan kemitraan lokal, koperasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk memperkuat modal, mengembangkan unit bisnis, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian ekonomi.
Redaksi Pelakita.ID









