Tim PPK Ormawa Himakaha FK Unhas dan UPTD Puskeswan Maros Gelar Vaksinasi PMK dan Antraks di Pattiro Deceng

  • Whatsapp
Jangkau Dusun Tertinggi, Tim PPK Ormawa Himakaha FK Unhas Bersama UPTD Puskeswan Maros Gelar Vaksinasi PMK dan Antraks di Desa Pattiro Deceng

PELAKITA.ID – Maros, 31 Juli 2025 — Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang pernah melanda Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, telah menimbulkan kerugian besar bagi para peternak.

Saat itu, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, dengan nilai ternak yang terinfeksi turun hingga 85% dari harga beli.

Sebagai langkah mitigasi dan wujud kepedulian terhadap kesehatan hewan ternak, kegiatan bertajuk “Vaksinasi PMK, Antraks, dan Pemberian Vitamin untuk Hewan Ternak” digelar pada 31 Juli 2025 di tiga dusun: Satoa, Ujung, dan Maddenge—wilayah dengan medan yang dikenal paling menantang.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros, dokter hewan Universitas Hasanuddin, mahasiswa Kedokteran Hewan, Peternakan, dan Pertanian Unhas, serta Tim PPK Ormawa HIMAKAHA FK Unhas. Sebanyak 200 ekor sapi menerima vaksinasi dan pengobatan dalam kegiatan ini.

Kepala Desa Pattiro Deceng, Abdul, menyampaikan rasa terima kasihnya:

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim PPK Ormawa. Berkat kalian, ternak di sini mendapat bantuan vaksinasi PMK, antraks, vitamin, dan obat cacing. Pemerintah desa akan selalu mendukung dan memfasilitasi kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.

Antusiasme juga datang dari warga. Muh. Ashar, salah satu peternak, mengungkapkan:

“Dulu wabah PMK menyerang sapi di sini dengan jumlah kasus lebih dari 100 ekor. Dampaknya, banyak peternak merugi, bahkan ada sapi yang cacat di bagian kuku. Dengan adanya program vaksinasi ini, kami merasa sangat terbantu untuk mencegah wabah PMK,” katanya.

Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros, drh. Nana, turut memberikan apresiasi:

“Kami sangat mengapresiasi tim PPK Ormawa. Mahasiswa mampu membangun kolaborasi dan melibatkan dinas kami. Program ini sejalan dengan kerja kami dalam pencegahan penyakit. Harapannya, kegiatan serupa bisa terus dilakukan di seluruh kecamatan di Maros,” ujarnya.

Dosen pendamping tim, drh. Muh. Ardiansyah Nurdin, juga menyampaikan rasa bangganya:

“Satu kata: luar biasa. Kegiatan seperti inilah yang membangkitkan jiwa pengabdian adik-adik. Jarang ada pengabdian yang melibatkan pemerintah dan aparat desa secara penuh. Harapan kami, HIMAKAHA tidak berhenti sampai di sini,” tegasnya.

Ketua Ormawa HIMAKAHA FK Unhas, Ahmad Rayhan Putra Hasrun, menambahkan peran organisasi mahasiswa dalam kegiatan ini:

“Ormawa berkontribusi melalui sinergi dengan tim, turun langsung ke lapangan, membantu perekrutan relawan, serta mengurus administrasi. Harapannya, kolaborasi ini terus berlanjut sehingga intervensi yang dihadirkan bisa menjawab permasalahan desa,” jelasnya.

Ketua Tim Pelaksana turut menyampaikan harapannya:

“Program ini merupakan inisiatif Tim PPK Ormawa HIMAKAHA FK Unhas untuk mengatasi dampak wabah PMK yang pernah melanda desa ini. Semoga ke depan, Desa Pattiro Deceng terbebas dari PMK dan mampu mengembangkan peternakannya sehingga menjadi contoh bagi desa lain,” katanya.

Meski harus menempuh medan sulit di Dusun Maddenge, semangat tim tidak surut. Mereka menyelesaikan rangkaian vaksinasi hingga sore hari dengan penuh antusiasme. Warga di tiga dusun menyambut hangat kegiatan ini dan berharap agar program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Penulis: Andi Muhammad Tahlil