PELAKITA.ID – Parangloe, 21 Juli 2025 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat, khususnya penyakit tidak menular, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 67 Universitas Hasanuddin menggelar program bertajuk “Penyuluhan dan Skrining Hipertensi bagi Masyarakat Desa Parangloe sebagai Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular.”
Selama dua hari, 20–21 Juli 2025, penyuluhan dan pemeriksaan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah, menjangkau warga di tiga dusun di Desa Parangloe, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng. Fadel Muhammad Sofiansyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, memimpin jalannya kegiatan di bawah bimbingan Dosen Supervisor Bapak Arif Anwar, S.KM., M.Kes.
Program ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dalam upaya menekan prevalensi penyakit tidak menular melalui edukasi pencegahan dan pengendalian faktor risiko, termasuk hipertensi.
Fadel menjelaskan bahwa kegiatan ini didasari oleh tingginya angka hipertensi di Desa Parangloe, sebagaimana terungkap dari hasil wawancara dengan warga serta data medis yang diperoleh dari Puskesmas Pa’bentengang dan Polindes setempat.
Hipertensi menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama yang dihadapi masyarakat.
“Keluhan seperti kepala terasa berat atau leher kaku sering dianggap sepele oleh warga, padahal bisa saja gejala awal hipertensi,” ujar Fadel. Ia menambahkan bahwa tingginya konsumsi garam dan jarak Puskesmas yang cukup jauh menjadi kendala tersendiri dalam penanganan hipertensi di desa ini.
Padahal, tekanan darah tinggi bisa dicegah dan dikontrol melalui pola makan sehat, rutin bergerak, dan memeriksa tekanan darah secara berkala. Karena itu, kegiatan penyuluhan dan skrining menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan dan deteksi dini.
Kegiatan diawali dengan sesi tanya jawab ringan guna menggali pengetahuan awal warga terkait hipertensi. Edukasi kemudian dilaksanakan secara door to door, disertai pembagian leaflet yang memuat informasi penting seputar hipertensi. Usai penyuluhan, warga diminta menjawab beberapa pertanyaan kembali untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman.
Kegiatan ditutup dengan pemeriksaan tekanan darah sebagai upaya deteksi dini. Warga yang teridentifikasi memiliki tekanan darah tinggi disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak yang merasa terbantu setelah mengetahui kondisi tekanan darah mereka, dan mulai sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Tim KKN-PK Angkatan 67 Universitas Hasanuddin Desa Parangloe berharap kegiatan ini tidak hanya memberi pemahaman singkat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran jangka panjang tentang pentingnya mencegah dan mendeteksi hipertensi lebih awal. Harapannya, warga Parangloe bisa menjalani hidup yang lebih sehat dan sejahtera, sejalan dengan tujuan SDG 3 untuk menjamin kehidupan yang sehat bagi semua.
Penulis: Fadel Muhammad Sofiansyah









