Mahasiswa KKN Profesi FKM Unhas Ajak Warga Parangloe Kelola Sampah Lebih Cerdas Lewat Edukasi dan Pembuatan Lubang Biopori

  • Whatsapp
Penulis: Annisa Rafa Ramadhani Mahasiswa KKN Profesi FKM Unhas Ajak Warga Parangloe Kelola Sampah Lebih Cerdas Lewat Edukasi dan Pembuatan Lubang Biopori

PELAKITA.ID – Bantaeng, 25 Juli 2025 – Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Angkatan 67 melaksanakan program kerja “Penguatan Edukasi Pemilahan Sampah dan Implementasi Lubang Biopori sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan” di Desa Parangloe, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.

Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Program kerja ini menjadi tanggung jawab oleh Annisa Rafa Ramadhani, mahasiswa Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas.

Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada arahan dari dosen pembimbing lapangan, Bapak Arif Anwar, S.KM., M.Kes., yang mendorong agar kegiatan tidak hanya bersifat penyuluhan satu arah, tetapi juga mengedepankan pendekatan partisipatif berbasis praktik langsung agar masyarakat benar-benar memahami dan menerapkan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini dimulai dengan penyuluhan edukatif yang memaparkan jenis-jenis sampah, bahaya pembakaran sampah sembarangan, serta pentingnya pemilahan sejak dari rumah.

Mahasiswa juga menekankan bahwa praktik pembuangan dan pembakaran sampah yang masih lazim dilakukan masyarakat dapat mencemari tanah, air tanah, dan membahayakan kesehatan melalui emisi zat berbahaya seperti dioksin dan furan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik kerja bakti bersama masyarakat, yakni pembuatan lubang biopori sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik yang efektif.

Gerakan edukasi ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sasaran 12.5 SDGs, yang menekankan pentingnya pengurangan limbah melalui pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali. Lubang biopori ini tidak hanya berfungsi mengurangi volume sampah, tetapi juga membantu meresapkan air hujan ke dalam tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mencegah genangan air.

Masyarakat Desa Parangloe menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan ini Salah satu warga Desa Parangloe yang turut hadir, Ibu Kasmawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan baru bagi warga.

“Sekarang kami jadi paham cara memilah sampah dan juga tahu lubang biopori bisa bantu tanah menjadi lebih subur. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkap Kasmawati.

Dengan pendekatan edukatif yang dilengkapi praktik langsung, kegiatan ini diharapkan mampu memicu perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Profesi FKM Unhas berharap masyarakat Desa Parangloe bisa terus menerapkan kebiasaan mengelola sampah dengan lebih bijak di kehidupan sehari-hari.

Lewat langkah kecil seperti memilah sampah dan membuat lubang biopori, lingkungan bisa jadi lebih bersih dan sehat. Harapannya, semangat warga yang muncul hari ini dapat menular ke tetangga dan desa lainnya, agar semakin banyak yang peduli dan turut menjaga lingkungan sekitar bersama-sama.

Penulis: Annisa Rafa Ramadhani

Mahasiswa KKN Profesi FKM Unhas Ajak Warga Parangloe Kelola Sampah Lebih Cerdas Lewat Edukasi dan Pembuatan Lubang Biopori