PELAKITA.ID – Desa Batukaraeng, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, menjadi saksi komitmen kuat pemerintah desa dalam menekan angka stunting melalui edukasi gizi sejak dini.
Pada 17 Juli 2025, pemerintah desa bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan pemanfaatan pangan lokal yang dirangkaikan dengan kelas ibu hamil, demonstrasi pembuatan MP-ASI, serta pembagian buku saku gizi.
Acara ini bertujuan memberikan pemahaman pentingnya gizi sejak masa kehamilan hingga pemberian MP-ASI, sehingga anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting.
Kegiatan dimulai dengan kelas ibu hamil, di mana para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya gizi selama kehamilan, perawatan kehamilan yang tepat, serta pemanfaatan bahan pangan lokal yang aman dan bergizi.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pengolahan bahan pangan lokal menjadi menu MP-ASI yang bergizi dan mudah dibuat di rumah.

Para ibu hamil dan ibu balita diajak mempraktikkan langsung cara membuat MP-ASI, sehingga mereka dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Desa Batukaraeng dalam sambutannya menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak ibu mengandung.
“Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal dan menerapkan pola gizi yang benar, kita bisa membangun generasi yang lebih sehat dan cerdas,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Kepala Puskesmas Kassi-kassi Kabupaten Bantaeng yang mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah nyata mendukung target nasional penurunan stunting.
“Kelas ibu hamil yang dikombinasikan dengan demonstrasi MP-ASI adalah upaya komprehensif. Ini membuktikan bahwa edukasi gizi bisa dilakukan dengan pendekatan sederhana namun berdampak besar,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Mereka aktif bertanya selama kelas ibu hamil, berpartisipasi dalam praktik memasak, dan menyambut baik pembagian buku saku gizi.
Salah satu peserta, Ibu Rahma, mengaku sangat terbantu.
“Saya jadi paham bagaimana menjaga gizi selama hamil dan membuat MP-ASI bergizi dengan bahan lokal. Buku saku ini juga membantu saya memahami kebutuhan gizi anak dengan lebih jelas,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Desa Batukaraeng menunjukkan bahwa upaya pencegahan stunting dapat dimulai dari edukasi sederhana yang melibatkan masyarakat, memanfaatkan kekayaan pangan lokal, dan memberdayakan para ibu sebagai garda terdepan kesehatan keluarga.
Penulis Julya Zhalsabila Mursid (K011221010)









