Retreat Demokrat di Pacitan, AHY: Pembelajaran Lintas Generasi

  • Whatsapp
Retreat Partai Demokrat di Pacitan (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – Akhir pekan kemarin, keluarga besar Partai Demokrat menggelar kegiatan retreat yang sarat makna di Pacitan, Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi internal dan refleksi bersama dalam menjawab tantangan politik dan dinamika dunia hari ini.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa retreat ini bukan sekadar ajang temu kader, tetapi juga ruang kontemplatif untuk menyamakan visi dan memperkuat jati diri partai.

“Demokrat kembali menegaskan komitmennya sebagai partai nasionalis-religius, partai tengah, partai yang santun dan cerdas, serta terbuka dan berwawasan luas. Nilai-nilai ini akan terus kami pegang teguh dalam setiap langkah perjuangan politik kami,” ujar AHY.

Dalam kesempatan tersebut, AHY menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pendiri dan penggagas Partai Demokrat, yang kini menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai.

“Beliau adalah mentor, pembimbing, sekaligus ideolog kami. Pengalaman, pemikiran, dan keteladanan beliau adalah sumber energi yang tak ternilai bagi seluruh kader untuk terus menjaga cita-cita partai,” tambahnya.

Retreat ini juga memperlihatkan dinamika pembelajaran lintas generasi yang semakin hidup di tubuh Partai Demokrat. AHY menekankan pentingnya ruang-ruang dialog antargenerasi sebagai sarana untuk memperkuat kesinambungan visi dan nilai-nilai partai.

“Diskusi-diskusi yang terjadi membuktikan bahwa Partai Demokrat tidak hanya hidup dari masa lalu, tetapi terus tumbuh dengan semangat baru. Para kader muda diberi panggung untuk menyampaikan gagasan, sementara para senior menjadi pelita yang menerangi arah perjalanan dengan kebijaksanaan dan pengalaman panjangnya,” jelasnya.

Menurut AHY, retreat ini juga menjadi pengingat bahwa dunia politik kini tengah mengalami banyak perubahan. Di tengah tantangan global, krisis kepercayaan publik, dan disrupsi digital, Partai Demokrat harus tampil sebagai kekuatan yang adaptif namun tetap berakar pada nilai-nilai dasar.

“Semangat nasionalisme yang religius, kecerdasan politik yang santun, dan keberpihakan kepada rakyat adalah fondasi yang terus kami perkuat. Kami ingin menjawab kebutuhan zaman sekaligus menjembatani harapan rakyat Indonesia,” tutup AHY.