Prof Mahatma Lanuru Unggul di Pemilihan Dekan FIKP Unhas, Sejumlah Tantangan Mengintai

  • Whatsapp
Prof Mahatma (tengah) Lanuru bersama kolega dari rumpun Ilmu Kelautan Unhas (dok: Ahmad Bahar)

PELAKITA.ID – Prof. Dr. Mahatma Lanuru, ST., M.Sc, NIP 197010291995031001 yang merupakan tenaga pengajar bidang Oseanografi dan Dinamika Ekosistem unggul dalam pemilihan Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, 8 Juni 2025.

Informasi tersebut menyebar mulai dari Grup Alumni FIKP Unhas dan Grup Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas (sekarang lebih sering disebut Ilmu Kelautan) Unhas.

Mahatma yang merupakan alumni S2 dan S3 di Jerman ini unggul atas dua calon lain yaitu Prof Nita Rukminasari dan Prof Rahmadi Tambaru.

Berdasarkan informasi yang dibagikan, dari 37 suara yang masuk, Mahatma memperoleh dukungan 21 suara sementara kedua Prof Rahmadi sebanyak 17 suara, Prof Nita tidak memperoleh suara.

Pelakita memperoleh informasi bahwa jumlah suara yang berhak memilih ada 42 suara. Tidak diperoleh informasi dua suara yang tak terhitung.

Mahatma Lanuru, adalah pria kelahiran Pangkajene Sidrap dan merupakan alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas – sekarang Ilmu Kelautan Unhas.

Dia merupakan salah satu lulusan terbaik dari angkatan 1989 dan memperoleh IPK mendekati 4. Dia merupakan alumni SMA Negeri I Pangkajene.

Gelar S2 dan S3 diperoleh di Bremen Jerman. dan dikenal sebagai alumni Kelautan yang konsisten pada fiska dan kimia Kelautan.

Sejumlah alumni Kelautan Unhas memberikan ucapan selamat seperti kolega seangkatannya seperti Awaluddin Cindenk, Misbahuddin Jumbo, maupun angkatan lain seperti M. Zulficar Mochtar Husain, Andi Nurjaya Nurdin hingga Cahyadi (Kemenko Pangan), Irawan Asaad, Ph.D, pejabat eselon II di Kementerian Kehutanan, Dr. Syahril A. Raup dan Dr. Ardiansyah Hasyim, Dua nama terakhir adalah pejabat eselon II di DJPT-KKP.

Di lokasi pemilihan Prof Mahatma nampak berfoto bersama sejumlah alumni Kelautan yang merupakan dosen di FIKP seperti Prof Amran Saru, Prof Iqbal Burhanuddin, Dr Ahmad Bahar, Dr Supriadi Mashoreng dan Dr Khairul Amri, Kadep Kelautan FIKP Unhas.

Ketua ISLA Unhas Darwis Ismail ikut memberikan ucapan selamat dan berharap Prof Mahatma dapat memanfaatkan jejaring alumni kelautan Unhas dan nasional untuk memajukan FIKP Unhas baik dari sisi kualitas mahasiswa dan alumni hingga pengabdian dan pengembangan bidang Kelautan dan Periikanan nasional.

”Selamat untuk kakanda Prof Mahatma, semoga sukses ke depannya dan terus berkiprah untuk pengembangan Kelautan nasional. Semoga bisa sinergi dengan ISLA Unhas,” harap Darwis, yang merupakan CEO PT Teknocorp di Jakarta ini.

Sejarah Baru

Kamaruddin Azis, kolega seangkatan Mahatma menyebut terpilihnya Prof Mahatma ini merupakan sejarah baru bagi alumni Ilmu Kelautan untuk memimpin Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.

”Saya kira bisa disebut sejarah sekaligus pembuktian bahwa iklim demokrasi di FIKP sangat cair terutama dalam memajukan dua disipilin Kelautan dan Perikanan. Yang dibutuhkan oleh FIKP adalah sosok yang bsia menjembatani pengembangan dua disiplin ini. Dia harus menawarkan terobosan dan bukan lagu business as usual, dispilin Kelautan sedang dilematis, sementara Negara menuntut banyak,” katanya.

Dia juga menyebut, pengalaman Mahatma yang pernah mengelola unit kerja Kerjasama Riset dan Luar Negeri di Unhas ini menjadi salah satu alasan tentang kemampuan kepemimpinannya.

”Saya optimis, Dekan FIKP yang telah unggul suara ini punya kohesi atau chemistry yang sangat bagus dengan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa yang sama-sama dari rumpun Ilmu Kelautan murni,” ujarnya.

Meski demikian, dia menyebut jika lancar dan dilantik sebagai Dekan FIKP Unhas pasca Prof Syafruddin, Prof Mahatma akan menghadapi sejumlah tantangan besar seperti minat siswa pada Ilmu Kelautan dan Perikanan yang kian menurun, perlunya perbaikan kualitas layanan belajar-mengajar dan intensitas riset.

”Kami mendapat informasi bahwa minat dan kapasitas siswa pendaftar Kelautan dan Perikanan tak seketat di Fakultas lain, atau seperti tahun-tahun sebelumnya. Belum lagi terbatasnya sarana prasarana riset Kelautan dan Perikanan di Unhas saat ini,” tutup founde berita pesisir dan laut Pelakita.ID

Penulis Denun