PELAKITA.ID – Perayaan Natal 2025 di Kota Makassar berlangsung dalam suasana aman, khusyuk, dan tertib.
“Saya memantau langsung pelaksanaan Misa Natal di dua rumah ibadah utama umat Kristiani, yakni GPIB Jemaat Immanuel dan Gereja Katedral Makassar. Kehadiran aparat dan koordinasi lintas pihak memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat yang merayakan hari suci kelahiran Kristus,” ucap Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Dikatakan, di tengah dinamika kota yang terus tumbuh, momen Natal kembali menegaskan wajah Makassar sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi, kerukunan, dan saling menghormati antarumat beragama.
“Ibadah berlangsung dengan penuh kekhusyukan, tanpa gangguan, mencerminkan kuatnya tradisi hidup berdampingan secara damai yang telah lama terawat di kota ini,” tambahnya.
Selain memantau jalannya ibadah, di GPIB Jemaat Immanuel juga dilakukan diskusi bersama pendeta dan pengurus jemaat. Pembahasan difokuskan pada rencana perbaikan dan revitalisasi gereja yang memiliki nilai penting sebagai cagar budaya Kota Makassar.
Gereja Immanuel bukan hanya berfungsi sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai saksi sejarah perjalanan kota, yang merekam jejak sosial, budaya, dan spiritual masyarakat lintas generasi.
Upaya menjaga dan merawat rumah ibadah yang berstatus cagar budaya merupakan bagian dari komitmen untuk melestarikan warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas kota.
Revitalisasi tidak semata-mata soal fisik bangunan, tetapi juga tentang memastikan ruang ibadah tetap nyaman, aman, dan relevan bagi jemaat, tanpa menghilangkan nilai historis yang melekat di dalamnya.
Perayaan Natal 2025 ini menjadi pengingat bahwa pembangunan Kota Makassar tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan merawat kebersamaan, toleransi, dan keberagaman.
“Menjaga rumah ibadah, melindungi warisan sejarah, serta memastikan setiap warga dapat beribadah dengan tenang adalah fondasi penting dalam membangun Makassar yang damai, inklusif, dan berkeadaban,” sebut Munafri.
Dalam semangat Natal, pesan kebersamaan ini diharapkan terus hidup dan menjadi energi positif bagi seluruh warga Makassar, apa pun latar belakang keyakinannya, untuk bersama-sama merawat kota yang kita cintai.
