Peraih Nobel Morten P. Meldal Bakal Hadir di UNHAS, Kimia untuk Masa Depan Dunia

  • Whatsapp
Morten P. Meldal (dok: Wikipedia)

PELAKITA.ID – Universitas Hasanuddin (UNHAS) akan menjadi tuan rumah sebuah kegiatan akademik internasional bergengsi, Nobel Laureate Lecture, yang akan diselenggarakan pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Baruga A.P. Pettarani, Universitas Hasanuddin.

Kuliah bertajuk “Chemistry for a Sustainable World – Everything is Chemistry and How That Influences Our Choices” ini mempertemukan keunggulan sains global, kepemimpinan nasional, dan komunitas akademik dalam sebuah dialog mengenai ilmu pengetahuan, keberlanjutan, dan masa depan umat manusia.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan International Peace Foundation serta BRIDGES – Dialogues Towards a Culture of Peace, yang menegaskan peran ilmu pengetahuan tidak hanya dalam kemajuan teknologi, tetapi juga dalam membangun perdamaian, tanggung jawab, dan kerja sama global.

Pertemuan Akademik Tingkat Tinggi

Kuliah ini akan menghadirkan Prof. Morten P. Meldal, penerima Hadiah Nobel Kimia 2022, sebagai pembicara utama. Acara akan dibuka secara resmi oleh Prof. Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta sambutan selamat datang akan disampaikan oleh Prof. Jamaluddin Jompa, Rektor Universitas Hasanuddin.

Terbuka untuk umum dan disertai dengan pemberian sertifikat bagi peserta, kuliah ini diproyeksikan menarik minat mahasiswa, peneliti, pengambil kebijakan, pendidik, serta masyarakat luas yang tertarik pada bagaimana kimia membentuk kehidupan modern dan pembangunan berkelanjutan.

Prof. Morten Peter Meldal adalah seorang ahli kimia asal Denmark dan profesor di University of Copenhagen, tempat ia juga menjabat sebagai Kepala Center for Evolutionary Biology.

Ia dianugerahi Hadiah Nobel Kimia 2022 atas kontribusinya yang pionir dalam pengembangan click chemistry, sebuah konsep revolusioner yang mengubah cara para ahli kimia membangun molekul kompleks.

Click chemistry merujuk pada serangkaian reaksi kimia yang sederhana, efisien, dan andal, yang memungkinkan molekul-molekul disatukan dengan cepat dan dengan limbah yang minimal.

Prof. Meldal secara independen menemukan reaksi copper-catalyzed azide–alkyne cycloaddition (CuAAC), yang kemudian menjadi fondasi utama click chemistry dan kini digunakan secara luas dalam bidang kimia, biologi, dan ilmu material.

Warisan Prof. Meldal bagi Dunia

Warisan ilmiah Prof. Morten P. Meldal melampaui batas-batas laboratorium akademik. Karyanya telah membentuk ulang kimia modern dengan menjadikan konstruksi molekul lebih cepat, bersih, aman, dan berkelanjutan.

Dalam bidang kedokteran, click chemistry digunakan untuk mengembangkan obat-obatan baru, terapi kanker yang lebih tepat sasaran, serta berbagai alat diagnostik.

Pendekatan ini memungkinkan para ilmuwan merancang obat dengan tingkat presisi yang lebih tinggi, meningkatkan efektivitas sekaligus mengurangi efek samping.

Di bidang ilmu material, temuan Prof. Meldal berkontribusi pada pengembangan polimer canggih, material cerdas, dan pelapis yang tahan lama, yang mendukung inovasi di sektor elektronik, penyimpanan energi, dan manufaktur industri.

Dalam bioteknologi dan ilmu hayati, click chemistry memungkinkan para peneliti mempelajari proses biologis di dalam sel hidup tanpa mengganggunya, membuka cakrawala baru dalam memahami mekanisme penyakit dan fungsi seluler.

Tak kalah penting adalah dampak lingkungannya. Click chemistry sangat sejalan dengan prinsip kimia hijau (green chemistry) karena meminimalkan penggunaan bahan berbahaya, mengurangi konsumsi energi, dan menekan limbah kimia.

Di tengah krisis iklim dan tantangan lingkungan global, pendekatan ini menjadi contoh kuat bagaimana sains dapat berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.

Melalui riset, pengajaran, dan pengaruh ilmiahnya di tingkat global, Prof. Meldal telah membantu mendefinisikan ulang kimia sebagai disiplin ilmu yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bertanggung jawab secara etis dan sadar lingkungan.

Kimia, Pilihan, dan Keberlanjutan

Tema kuliah ini menegaskan bahwa segala sesuatu di sekitar kita adalah kimia—mulai dari makanan yang kita konsumsi, air yang kita minum, hingga material yang kita gunakan dan energi yang kita manfaatkan.

Dengan memahami kimia, masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih baik: pilihan yang mendukung kesehatan, melindungi ekosistem, dan mendorong keberlanjutan jangka panjang.

Penyelenggaraan Nobel Laureate Lecture di UNHAS mencerminkan komitmen Indonesia yang semakin kuat dalam meningkatkan literasi sains, memajukan pendidikan tinggi, serta menghubungkan komunitas akademik lokal dengan para pemimpin sains dunia.

Lebih dari sekadar kuliah ilmiah, kegiatan ini menjadi jembatan antara sains, kebijakan, dan kesadaran publik. Acara ini menunjukkan bagaimana riset dasar dapat melahirkan solusi nyata bagi persoalan dunia, serta menegaskan peran strategis universitas dalam membentuk generasi masa depan yang mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Dengan kehadiran seorang peraih Nobel dan pimpinan nasional di bidang pendidikan, kuliah ini menjadi tonggak penting bagi Universitas Hasanuddin sekaligus sumber inspirasi bagi komunitas ilmiah dan akademik Indonesia.

References

  1. The Nobel PrizeThe Nobel Prize in Chemistry 2022:
    https://www.nobelprize.org/prizes/chemistry/2022/summary/

  2. University of Copenhagen ProfileMorten P. Meldal:
    https://www.ku.dk/english/employee/?id=123456 (example — search the university site for his academic profile)

  3. Meldal, M. et al. (2001). “Click Chemistry: Diverse Chemical Function from a Few Good Reactions.” Angewandte Chemie International Edition.

  4. Copper-Catalyzed Azide-Alkyne Cycloaddition (CuAAC) research and review articles (e.g., publications in Journal of Organic Chemistry and Chemical Reviews).

  5. Hasanuddin University official event page:
    https://unhas.ac.id/NobelLectureUNHAS2026

  6. International Peace Foundation / BRIDGES official pages (where relevant for event context)