Warga RW 8 dan RW 13 Mangasa Swadaya Kompak Perbaiki Drainase Lingkungan

  • Whatsapp
Sekitar 20 orang warga dari kedua wilayah tersebut berkumpul dan bekerja bersama memperbaiki saluran drainase lingkungan yang menghubungkan RW 8 dan RW 13, Minggu 11 Januari 2026.

PELAKITA.ID – Semangat keswadayaan dan gotong royong kembali ditunjukkan warga RW 8 dan RW 13 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Sekitar 20 orang warga dari kedua wilayah tersebut berkumpul dan bekerja bersama memperbaiki saluran drainase lingkungan yang menghubungkan RW 8 dan RW 13, Minggu 11 Januari 2026.

Kerja bakti berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan, dipimpin langsung oleh Ketua RT 4 RW 8, Agus Azis, dan Ketua RT 3 RW 13, Dg Situju. Warga melakukan normalisasi saluran air serta membangun plat duicker yang selama ini sempit dan telah mengalami kerusakan.

Kondisi drainase yang rusak tersebut kerap menyebabkan air meluap saat hujan deras, menggenangi badan jalan hingga masuk ke halaman rumah warga.

Melihat kondisi yang semakin mendesak, warga bersepakat melakukan perbaikan secara swadaya tanpa menunggu bantuan dari pihak luar.

“Ini adalah wujud peran dan tanggung jawab kami sebagai Ketua RT yang harus menjadi motor penggerak dan penjaga semangat keswadayaan masyarakat,” ujar Agus Azis di sela kegiatan.

Kondisi drainase yang rusak tersebut kerap menyebabkan air meluap saat hujan deras, menggenangi badan jalan hingga masuk ke halaman rumah warga.

Senada dengan itu, Ketua RT 4 RW 13, Dg Situju, mengatakan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan karena sifatnya mendesak dan masih dapat ditangani bersama warga.

“Sebab pekerjaan ini sifatnya mendesak dan kami anggap mampu, maka kami laksanakan secara gotong royong kekeluargaan dan didukung penuh oleh warga,” ujarnya.

Nilai pekerjaan perbaikan drainase tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta. Seluruh biaya ditanggung oleh warga melalui sumbangan material dan tenaga kerja, tanpa melibatkan pihak ketiga.

Diketahui, wilayah RW 8 dan RW 13 sebelumnya merupakan satu RW yang kemudian dimekarkan pada tahun 2013. Meski telah terpisah secara administrasi, hubungan sosial dan kebersamaan antarwarga kedua wilayah tersebut tetap terjaga, sebagaimana tercermin dalam kegiatan gotong royong ini.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi contoh semangat kolaborasi dan kepedulian warga dalam menjaga lingkungan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat perkotaan. (MR)