Granada, Kota Penyair Berhiaskan Arsitektur Al Quran | NarasiAno

  • Whatsapp
Ilustrasi

Dari sekian banyak kota kota peradaban Islam, Granada merupakan kota yang paling kecil tetapi berhasil bertahan selama dua abad lebih. Di kota ini ilmu pengetahuan, sastra tumbuh bersama keindahan arsitektur serta intelektual.

PELAKITA.ID – Sembari menanti sahur pada pertengahan Ramadan 1447 H, izinkan #NarasiAno melintas di layar hape Anda. Kisah tentang sebuah kota di masa peradaban Islam yang berdiri megah dengan hiasan hiasan kaligrafi Al Quran.

Bukan hanya di dalam Masjid dan pusat perkantoran tetapi juga pada sudut sudut kota.

Menjadi hiasan elok dipandang mata, menambah kesejukan dan kenyamanan bagi pendatang itu bertahan sepanjang 526 tahun sebelum akhirnya runtuh. Kota Granada, Andalusia Spanyol, bukti nyata warisan emas Islam terakhir di Eropa.

Granada menjadi tempat berkumpulnya sisa-sisa pemikir dan seniman Muslim dari wilayah Andalusia. Karya paling terkenal adalah Istana Alhambra yang dibangun oleh Dinasti Nasrid, menampilkan keindahan arsitektur Moor dengan ukiran geometris dan taman yang indah.

Granada dikenal dengan arsitektur Islam yang megah, penggunaan kaligrafi ayat kursi, ornamen geometris, serta taman-taman indah yang melambangkan kesejukan.

Sejumlah tokoh-tokoh besar lahir dan besar di Granada seperti : Lisanuddin ibn al-Khatib seorang “polymath”, ahli dalam banyak bidang.

Ia menulis lebih dari 50 karya tentang sejarah, kedokteran, hingga puisi, dan dikenal sebagai sejarawan paling terkemuka dari Granada.Ibn Juzayy, seorang sarjana dan penyair asal Granada yang bertugas mencatat dan menyunting perjalanan terkenal Ibn Battuta ke dalam bentuk buku (Rihla).

Al-Tighnari, seorang ahli botani dan agronomis terkenal yang menulis kitab Zahrat al-Bustan(Bunga di Taman) yang membahas teknik pertanian maju di Andalusia.

Abu Ishaq al-Shatibi. Seorang ulama hukum Islam (faqih) terkemuka dari Granada yang karyanya, Al-Muwafaqat, menjadi rujukan utama dalam bidang Maqasid al-Shari’ah (tujuan-tujuan syariah) hingga saat ini.

Sejarawan Ibnu Khaldun yang kemudian dinobatkan sebagai Bapak Demografi dan Sosiologi dunia. Ibn al-Jayyab penyair istana yang puisi-puisinya banyak terukir di dinding-dinding istana Alhambra.

Dari sekian banyak kota kota peradaban Islam, Granada merupakan kota yang paling kecil tetapi berhasil bertahan selama dua abad lebih. Di kota ini ilmu pengetahuan, sastra tumbuh bersama keindahan arsitektur serta intelektual.

Granada sebuah kota epik terakhir kekuatan muslim di Eropa, mengajarkan pada kita, pada pemimpin kita bahwa membangun sebuah peradaban kota bukan karena kekuatan politik tetapi karena pemimpinnya menempatkan ilmu pengetahuan, sejarah dan budaya sebagai landasan membangun sebuah kota. Itulah disebut visi imajinasi seorang pemimpin.

Ketahuilah, orang yang memiliki ilmu maka dia takkan pernah tersesat sebab pemikiran akan selalu menemukan jalannya untuk kembali.

Pemirsa NarasiAno, kita telah berada di tengah perjalanan puasa yang tidak hanya melatih lapar dan dahaga. Tetapi juga melatih pikiran. Puasa ke 15 Ramadan bukan sekadar puasa dan menahan tetapi menjernihkan hati agar lebih lapang menerima ilmu.

#Seri12
#Ramadan1447H

NarasiAno, Tenang Dibaca, Kuat Dirasakan