PELAKITA.ID – Sorowako, Luwu Timur — Setelah dikabarkan Bupati Irwan Bachri Syam menjamin Luwu Timur dapat pasokan BBM dari Depot Poso, Sulawesi Tengah, SPBU di Sorowako disebut telah dibuka dengan jatah tersedia 8000 liter.
“Pagi ini saya lihat antrian panjang kendaraan, khususnya sepeda motor, di SPBU Sorowako Kelurahan Magani. Antrian motor sampai ke ruas jalan dekat bandara,” kata Faizal Halim, warga Pelakola, Towuti kepada Pelakita.ID, Rabu, 28 Januari 2026.
Faizal menjelaskan bahwa pembelian BBM di Sorowako saat ini dibatasi.
“Untuk kendaraan roda empat, baik umum maupun pribadi, kuota pembelian berkisar antara 20 hingga 25 liter. Sementara itu, kendaraan roda dua hanya diperbolehkan membeli maksimal 5 liter,” kata dia.

“Sekarang aturannya begitu. Mobil dibatasi 20 sampai 25 liter, motor maksimal 5 liter,” ujar pria berambut gondrong ini.
Keterbatasan pasokan dan pembatasan pembelian tersebut membuat SPBU dipadati kendaraan sejak pagi hari.
Ical, sapaan akrab Faizal Halim, mengaku harus merogoh kocek cukup dalam demi memenuhi kebutuhan bahan bakar sehari-hari.
“Terpaksa beli eceran, harganya sampai Rp25 ribu per liter,” ujar Ical kepada Pelakita.ID.
Meski harga tersebut jauh di atas harga resmi, Ical mengaku tak punya banyak pilihan. “Maumi diapa,” katanya singkat, menggambarkan sikap pasrah warga menghadapi kondisi yang terjadi.
Hingga kini, warga berharap pasokan BBM ke Lingkar Tambang Luwu Timur segera kembali normal agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu dan beban ekonomi akibat mahalnya BBM eceran dapat ditekan.
”Sampai pagi ini, SPBU di Sorowako sudah dapat, dua SPBU di Towuti belumpi saya dengar dapat jatah,” ucap Ical.
Redaksi
